Sebanyak dua puluh siswa SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Jember mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije) tentang Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Energi Alternatif untuk Ketahanan Energi Nasional. Kegiatan ini bertempat di Teaching Factory (Tefa) Energi Terbarukan, Rabu–Kamis (27–28/8/25).
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Jurusan Teknik Polije, Mochammad Nuruddin ST MSi. Ia menjelaskan tujuan dan rangkaian kegiatan selama dua hari.
“Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat memang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Alhamdulillah, tahun ini dapat dilaksanakan bersama SMA Muhammadiyah 3 Jember,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa hari pertama diisi dengan pemberian materi dan kunjungan laboratorium di Fakultas Teknik. Kemudian, kegiatan pada hari kedua berupa kunjungan lapangan.
“Di Gunung Pasang ada mikrohidro. Mikrohidro merupakan contoh energi terbarukan. Jadi, selain teori kita akan meninjau langsung,” tambahnya.
Kepala Smamga Jember Sony Bakhtiar SE SPd menyampaikan sambutannya.
“Alhamdulillah, kami diundang dalam format edukasi energi terbarukan sebagai bentuk pengabdian para dosen Polije kepada Smamga Jember. Energi terbarukan menjadi penting dan target bagi pemerintah Indonesia untuk segera dilaksanakan agar Indonesia menjadi hijau dan lebih sehat. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program pembelajaran deep learning atau pembelajaran mendalam. Jadi, pembelajaran tidak hanya sekadar teori, tetapi juga langsung praktik sehingga tahu maksud dan manfaatnya. Para siswa diharapkan selama pembelajaran dua hari dapat mengetahui apa saja energi terbarukan dan pemanfaatannya dalam masyarakat,” ucapnya.
Kegiatan ini berlangsung dua hari. Pada hari pertama, para siswa diberi teori dan praktik berkaitan dengan energi surya, mikrohidro, energi listrik, dan energi biogas.
Setelah itu, para siswa diminta mengunjungi masing-masing ruang praktik/laboratorium energi tersebut. Pada hari kedua, kegiatan dilaksanakan di Kebun Gunung Pasang, PDP Kahyangan, Jember.
Di tempat tersebut, para siswa melihat wujud turbin peninggalan Belanda. Turbin tersebut tampak hanya dimanfaatkan untuk proses pengolahan karet. Kemudian, para siswa mengamati bendungan air yang digunakan untuk memutar roda turbin.
Setelah mengikuti kegiatan tersebut selama dua hari, salah satu siswa teraktif, Ciara Luvly Avriletta, menyampaikan kesan dan harapannya.
“Selama mengikuti acara edukasi dan pelatihan yang diadakan oleh Fakultas Teknik Polije, saya rasa kegiatan ini menyenangkan, edukatif, dan para pemateri menyampaikan materi dengan jelas dan responsif. Harapan saya, semoga acara-acara edukatif seperti ini terus berlanjut dan berkembang menjadi lebih baik, lebih banyak explore lagi terhadap tempat-tempat di mana terdapat mesin-mesin atau teknologi bagi energi terbarukan, serta praktikum-praktikum lainnya,” ucapnya.
Selanjutnya, Afarin Rizqika Ayana Wibowo, siswa Smamga Jember yang memang penasaran dengan energi terbarukan, menyampaikan kesannya.
“Saya senang sekali mendapat kesempatan seperti ini apalagi awalnya saya memang penasaran dengan jurusan energi terbarukan di Polije. Saya semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam bidang energi terbarukan ke depannya karena mendapat wawasan baru dalam dua hari dengan melakukan praktikum kecil dan melihat mesin-mesin yang tidak ada di sekolah menengah,” ujarnya.






0 Tanggapan
Empty Comments