
PWMU.CO – Semangat magang hari ke-3 di PAUD Aisyiyah Nur’aini Yogyakarta masih dirasakan oleh semua guru TK Aisyiyah 36 PPI, pagi itu Rabu (07/05/2025) dengan mengendarai transportasi bus mini yang setia mengantar semua peserta magang dari asrama di Gonjen Tamantirto menuju PAUD Aisyiyah Nur’aini Yogyakarta.
Peserta magang memulai aktivitas dengan kegiatan observasi di kelas dan dilanjutkan seperti halnya di hari sebelumnya. Setelah bel berbunyi pukul 08.00 anak-anak berbaris di halaman sekolah, mengikuti apa yang ibu guru instruksikan dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Aisyiyah, sapa pagi, menggerakkan badan dan membaca ikrar.
Tiga Komponen Penting yang Dibahas
Kegiatan di kelas masih sama, anak-anak melanjutkan kegiatan main sesuai dengan kesepakatan dari hari sebelumnya. Setelah melakukan observasi di kelas dari pagi sampai siang, peserta magang kembali ke asrama dan melanjutkan dengan kegiatan diskusi bersama tentang pembuatan modul ajar.
Diskusi ini menjadi sangat penting karena modul ajar merupakan inti dari perencanaan pembelajaran yang menentukan arah dan strategi pembelajaran di kelas. Dalam modul ajar PAUD Aisyiyah Nur’aini, terdapat tiga komponen penting, yakni Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP). Namun, ada satu elemen khas yang membedakan: materi AIK (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan KeAisyiyahan) yang wajib dimasukkan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan ideologi.

Project Best Learning yang Aktif dan Partisipatif
Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Rehayuni SAg, menjelaskan bahwa penyusunan modul ajar di PAUD Aisyiyah Nur’aini menggunakan pendekatan Project Best Learning, yaitu pembelajaran berbasis proyek yang mendalam dan interaktif.
“Anak-anak tidak hanya menerima informasi satu arah, tetapi diberi ruang untuk mengungkapkan gagasan sesuai dengan imajinasi mereka. Guru sangat aktif menstimulasi proses berpikir kritis dan kreatif anak,” ungkapnya.
Modul Ajar yang Adaptif dan Menyenangkan
Koordinator Kurikulum TK Aisyiyah 36 PPI, Chusaini, turut mengapresiasi pendekatan yang diterapkan. Ia melihat bahwa banyak hal dari modul ajar PAUD Aisyiyah Nur’aini yang bisa diadopsi di TK ABA 36.
“Dalam menyusun modul ajar, guru perlu mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, serta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Modul ajar yang baik harus memfasilitasi proses belajar yang efektif, menyenangkan, dan bermakna,” ujarnya.
Diskusi ini membuka wawasan baru bagi para guru magang bahwa modul ajar bukan sekadar dokumen administratif, tetapi peta perjalanan pembelajaran yang berperan membentuk karakter, kemampuan, dan semangat belajar anak sejak dini. (*)
Penulis Endang Khusniati Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments