
PWMU.CO – Sabtu (24/5/2025), bertempat di Kelas IV Tectona grandis, sebanyak tiga puluh guru dan karyawan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, melangsungkan Pembinaan Guru dan Karyawan (Gukar) dengan pemateri KH Mukhtar Bukhori. Tema yang diangkat adalah “Memahami Periodisasi dan Dinamika Perjuangan Muhammadiyah dari Awal Berdiri hingga Abad Kedua.”
Bagi KH Mukhtar Bukhari, ini adalah kedua kalinya datang ke SD Almadany. Sebelumnya, beliau pernah menjadi pemateri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad. Mukhtar sangat senang melihat perkembangan yang begitu pesat di SD Almadany, baik secara fisik maupun dari deretan prestasinya.
Acara yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Samsudi, SPd berjalan dengan penuh khidmat dan khusyuk. Pak Mukhtar—begitu panggilan akrabnya—menjelaskan kondisi awal bangsa Indonesia.
Bangsa ini mengalami penjajahan secara silih berganti, mulai dari Belanda, Inggris, Jepang, hingga Portugis. Hal ini mengakibatkan bangsa Indonesia menjadi masyarakat yang tertinggal, baik dalam ilmu agama maupun ilmu pengetahuan.
Lalu, Mukhtar menjelaskan munculnya penyakit TBC (Tahayul, Bid‘ah, dan Khurafat). Tahayul adalah kepercayaan yang tidak berdasarkan bukti atau rasionalitas, sering kali dikaitkan dengan mitos, cerita turun-temurun, atau kabar yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Sementara itu, bid‘ah adalah menambahi atau mengurangi ajaran Islam yang sesuai syariah. Adapun khurafat adalah kepercayaan, keyakinan, atau tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Lalu, muncullah istilah “Opo jare Kiyaine”, jelas Mukhtar. Akhirnya, KH Ahmad Dahlan—tepatnya pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912—di Kauman, Yogyakarta, mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah dengan tujuan menegakkan agama Islam dan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Mukhtar juga menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuannya, Muhammadiyah bergerak di tiga bidang, yakni keagamaan, pendidikan, dan sosial.
“Sudah tidak diragukan lagi kiprah Muhammadiyah di masyarakat, bangsa, dan negara. Bagaimana tidak? Ribuan sekolah dan rumah sakit telah didirikan Muhammadiyah demi kemaslahatan umat,” tegas Mukhtar.
Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif yang dipandu oleh MC Samsudin.
Di akhir acara, Mukhtar berpesan agar kita semakin bersemangat dalam bermuhammadiyah dan mencari ridha Allah SWT.
Penulis Eli Syarifah Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments