Sebanyak 40 guru dan karyawan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) bersama Pengurus Ranting Muhammadiyah Kedanyang mengikuti kegiatan pembinaan guru dan karyawan di ruang kelas VI Al Biruni, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Abdul Rozaq, S.Pd., M.Pd.I, Ketua Badan Pengurus Lazismu Gresik, sebagai pemateri dengan tema Komitmen Bermuhammadiyah.
Mengawali materi, Abdul Rozaq mengajak peserta merenungkan hakikat Muhammadiyah.
“Apa itu Muhammadiyah?” tanyanya.
Ia kemudian menjelaskan, Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang bersumber pada al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana tertulis dalam Anggaran Dasar pasal 4.
Rozaq menegaskan, bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bukan sekadar profesi, tetapi merupakan panggilan dakwah dan ibadah.
Ia mengutip firman Allah dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
“Teguhkan niat bahwa bekerja di AUM adalah bagian dari dakwah bil haq, yaitu berdakwah melalui perbuatan nyata,” pesannya.
Tiga Komitmen Bermuhammadiyah
Menurut Rozaq, AUM adalah alat dakwah dan perpanjangan tangan Persyarikatan untuk mencapai tujuannya: menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (AD pasal 6).
Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan tiga komitmen bermuhammadiyah, yaitu:
Satu, Komitmen Ideologis (Ruh): memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Dua, Komitmen Organisasi (Wadah): aktif dan peduli terhadap Persyarikatan, bukan hanya di AUM.
Tiga, Komitmen Profesional (Amal): bekerja dengan mutu, integritas, dan hasil terbaik.
“Tiga komitmen inilah yang harus dijaga untuk menguatkan ruh bermuhammadiyah,” tegasnya.
Etos Kerja dan Spirit Profetik
Lebih lanjut, Rozaq menegaskan bahwa visi profetik Muhammadiyah adalah khairu ummah (umat terbaik), sebagaimana termaktub dalam Surat Ali Imran ayat 104.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Ia juga memaparkan empat etos kerja Muhammadiyah, yaitu:
Satu, Itqan (Profesional dan Unggul): bekerja optimal dan berkualitas tinggi.
Dua, Amanah (Integritas dan Tanggung Jawab): jujur dan dapat dipercaya.
Tiga, Tajdid (Inovasi dan Pembaruan): terus mencari cara yang lebih baik dan efektif.
Empat, Khairunnas (Kemanfaatan Sosial): setiap hasil kerja harus memberi manfaat luas.
Dalam konteks pendidikan, keempat etos ini diimplementasikan melalui: Mengajar dan melayani dengan ikhlas serta kualitas terbaik, menjadi teladan akhlak mulia bagi siswa dan aktif mengikuti Baitul Arqam dan kajian Al-Islam Kemuhammadiyahan.
Menjaga Komitmen dan Spirit Al-Ma’un
Rozaq juga menyinggung berbagai tantangan seperti konflik kepentingan, rutinitas, dan godaan material. Ia menekankan pentingnya penguatan diri dan lingkungan agar tetap berpegang pada Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).
“Komitmen adalah bukti cinta kita pada AUM, Persyarikatan, dan agama Islam. Muhammadiyah bukan tujuan, melainkan wasilah untuk meraih ridha Allah,” ujarnya.
Menutup pembinaan, Rozaq mengajak seluruh guru dan karyawan menjadikan AUM sebagai tempat terbaik untuk mengabdi dan berkarya.
“Sekali Muhammadiyah, tetap Muhammadiyah sampai akhir hayat,” pungkasnya penuh semangat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments