
PWMU.CO – Pembinaan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik kembali digelar pada Jumat (16/5/2025), dengan menghadirkan Ustadz Budi Masruri SAg sebagai pemateri. Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Ideologi Muhammadiyah” ini dilaksanakan di Kelas 2 Candramawa dan mengajak para pendidik untuk merefleksikan makna perjuangan serta pengabdian dalam konteks pendidikan.
Dalam materinya yang berjudul “Makna Perjuangan dan Pengabdian”, Ustadz Budi membuka dengan penekanan akan pentingnya memiliki niat yang lurus sebagai landasan setiap tindakan.
Ia menekankan bahwa berpikir untuk memberi manfaat dan membangun energi positif harus menjadi prioritas dalam menjalankan peran sebagai pendidik.
“Haqqul jihad itu bukan sekadar berjuang, tetapi tentang bagaimana kita menyelaraskan niat dengan tindakan nyata,” ujarnya.
Ia kemudian menggarisbawahi pentingnya kesungguhan dalam setiap langkah perjuangan, serta kemampuan seorang pemimpin untuk merangkul semua orang, meskipun memiliki karakter yang berbeda-beda. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menyalurkan energi positif kepada lingkungan sekitarnya dan menjadi teladan yang mampu menginspirasi.
Tak lupa, Ustadz Budi mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah melalui rasa syukur.
“Jangan pernah putus dari rasa syukur kepada Allah. Ketika kita merasa tak mampu membalas nikmat yang diberikan, maka beristighfarlah,” tegasnya.
Ia juga menyitir ayat al-Quran yang menekankan bahwa rasa syukur dapat membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, dan prasangka buruk
Sebagai contoh, ia menyebutkan hal sederhana seperti menemukan minuman yang tersedia di depan kita tanpa diminta.
“Ucapkanlah Alhamdulillah dari lubuk hati yang terdalam, jangan hanya sebagai basa-basi,” katanya.
Dalam penutupnya, Ustadz Budi mengutip pepatah Jawa, “Ajining raga saka busana, ajining ati saka neng lathi,” yang mengingatkan pentingnya menjaga lisan sebagai cerminan hati. Ia menegaskan bahwa seorang pendidik harus mampu menjadi teladan, tidak hanya melalui ilmu yang disampaikan, tetapi juga lewat perilaku dan tutur kata yang mencerminkan keikhlasan dalam pengabdian.
Acara ini diharapkan dapat memperkuat komitmen para pendidik untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh kesungguhan, berorientasi pada manfaat yang sebesar-besarnya, serta selalu berlandaskan rasa syukur kepada Allah. (*)
Penulis Abdul Rokhim Ashari Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments