Panitia Milad ke 113 Muhammadiyah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Paciran Lamongan tetap melangsungkan acara pembubaran panitia meskipun cuaca sedang buruk di lokasi acara, di Pantai Putri Klayar Sidokelar Paciran Lamongan Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).
Di tengah rintik hujan disertai angin kencang dan gelombang ombak menerpa bibir pantai Klayar, 3 meter dari saung tempat acara pembubaran panitia milad yang dipimpin oleh Ali Efendi MPd ini terus berlanjut dan seolah tak dihiraukan cuaca buruk yang sedang tidak bersahabat.
Ketua PCM Paciran, Drs. H. Abdullah Taufiq M.Pd yang hadir bersama Sekretaris, Anas Ma’ruf S.Sos menyampaikan sambutan ucapan terimakasih kepada panitia dan sekaligus membubarkan secara resmi Panitia Milad ke 113 Muhammadiyah PCM Paciran tahun 2025.
Di hadapan kurang lebih 30 panitia yang hadir, Abdullah juga mengungkapkan bahwa kegiatan milad tidak hanya sukses tetapi juga mampu meraup uang sebesar kurang lebih 21 juta, dan uang itu akan disumbangkan untuk pembelian tanah baru dekat Tanjung Kodok Resort yang rencananya untuk Gedung Dakwah dan kantor PCM Paciran.
“Alhamdulillah rangkaian kegiatan Milad ke 113 Muhammadiyah di PCM Paciran berjalan lancar dan sukses, dari Olimpiade, Fashmu, Lomba olah raga Perkemahan HW, Pawai Ta’aruf, dan Tabligh Akbar, semua berjalan dengan baik, itu semua karena panitia yang solid dan kompak,” ucap Kepala Sekolah SMPN I Paciran ini.
Pria asli Banjarwati ini juga menambahkan, “Kita juga bela sungkawa atas wafatnya dua sesepuh Muhammadiyah, Bapak Musthofa Tunggul dan Bapak H. Muhammad Chozin Tenggulun yang sempat hadir dan memberi sambutan mewakili PDM Lamongan di acara puncak Milad, 25 Desember 2025,”ucapnya.
Acara pembubaran yang dipandu Sekretaris Panitia, Ahmad Sholeh S.E ini berjalan penuh dengan suasana keakraban dan canda antar panitia, bahkan sampai muncul celetukan panitia dilanjutkan sampai dua periode.
Turut hadir Wakil Ketua PCM Paciran yang lain, Hamdan S.Ag, Shodikin Hamim M.Ag, Fatif Futhoni M.Pd, adapun yang lain tidak bisa hadir karena kendala hujan deras dan ada juga karena ada tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan.
Acara diakhiri dengan makan bersama dengan menu lauk khas pesisir Pantura, ada udang, bandeng, kerang, tongkol asap dan tidak lupa sambal yang diulek dadakan, sebelum makan, disuguhkan sebagai santapan pembuka berbagai aneka buah dan gimbal jagung hangat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments