
PWMU.CO – Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) secara resmi membuka Gelombang ke-7 pada Jumat (16/5/2025). Pembukaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi gerbang awal bagi para mahasiswa untuk menapaki jalan menuju taman surga, sebagaimana digambarkan indah dalam sabda Rasulullah SAW.
Sambutan yang menggugah hati disampaikan oleh Kepala Divisi PPM Al Manar Umpo, Dr Nurul Abidin Lc MEd. Dengan penuh kehangatan, ia menyambut para santri baru melalui sapaan, “Ahlan wa sahlan bihudurikum”, selamat datang di taman surga.
Dalam sambutannya, ia mengajak para santri untuk memahami makna taman surga yang sesungguhnya, bukan sekadar gambaran akhirat yang bersifat khayali, melainkan sebuah kenyataan di dunia ini, yaitu majelis ilmu, tempat al-Quran dikaji, shalat ditegakkan, dzikir diperdalam, dan ibadah dijadikan poros kehidupan.
Ketika para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah taman surga itu?”, Kepala Divisi PPM Al Manar Umpo ini menjawab bahwa taman surga adalah tempat di mana jiwa-jiwa belajar al-Quran, mengaji, menunaikan shalat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Siapa pun yang singgah di taman surga ini akan memperoleh ketenangan batin, dilimpahi rahmat, dinaungi oleh para malaikat, dan bahkan dipuji oleh Allah SWT.
Lebih jauh, Nurul Abidin mengajak para santri untuk memulai proses pendidikan ini dengan menata hati dan pikiran, serta mengubah paradigma lama tentang pesantren yang dahulu kerap dianggap sebagai tempat bagi mereka yang nakal atau kurang dalam akademik.
“Saat ini, justru lulusan pesantren adalah pribadi-pribadi yang unggul dan berprestasi. Karena itulah, semakin banyak orang tua yang memilih untuk memondokkan anak-anaknya,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Maka dari itu, menurutnya, mari kita luruskan niat sejak awal, mantapkan langkah, dan siapkan diri untuk menapaki perjalanan penuh cahaya ini.
Menguatkan pesan tersebut, Kepala Badan Pengkajian, Pembinaan dan Pengembangan Dakwah Islam (BP3DI) Umpo sekaligus membuka secara resmi program Pesma Gelombang 7, Dr Sri Susanti MA, memberikan sambutan yang menyentuh dan memberi suntikan motivasi dengan menegaskan bahwa menjadi santri, meski hanya dalam jangka waktu satu bulan, adalah sebuah kesempatan langka dan istimewa yang tak dimiliki oleh semua mahasiswa di perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya.
“Pesma ini adalah anugerah, tempat di mana kalian bukan hanya akan belajar ilmu dunia, tetapi juga ilmu akhirat. Di sini kalian akan dibimbing oleh para musyrifah dan mudabbiroh yang akan mendampingi kalian dalam menata ibadah, memperdalam bacaan al-Quran, dan memperbaiki shalat,” ujarnya dengan penuh harap.
Ia juga memberikan analogi indah bahwa hari ini para santri mungkin masih seperti ulat kecil yang sederhana, penuh keterbatasan, dan belum sempurna. Namun, melalui proses selama sebulan di Pesma ini, mereka akan mengalami metamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah, terbang dengan keyakinan, cahaya keimanan, dan semangat baru sebagai insan kampus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara spiritual.
Pesma Al Manar merupakan salah satu wujud komitmen Umpo dalam mewujudkan visi besar sebagai kampus islami yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan mahasiswa berkarakter Qurani, berakhlak mulia, dan siap menjadi generasi penerus umat yang tangguh.
Melalui pendekatan integratif antara ilmu dan iman, akal dan hati, dunia dan akhirat, Pesma hadir sebagai laboratorium kehidupan yang mendidik dengan cinta, membimbing dengan teladan, serta mengantarkan setiap santri untuk mengenal jati dirinya sebagai hamba Allah yang mulia.
Dengan dimulainya Gelombang 7 ini, Umpo kembali mengukir babak baru bagi mahasantri dalam rangkaian kegiatan Pesma Al Manar. Diharapkan momen ini menjadi titik balik untuk tumbuh, berkembang, dan bersinar bukan hanya sebagai mahasiswa biasa, tetapi sebagai penjaga cahaya di tengah berbagai permasalahan global saat ini. (*)
Penulis Rihan Dwidarmawati Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments