Pemuda memiliki peran besar dalam sejarah kebangkitan bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa sangat bergantung pada kondisi para pemudanya. Jika para pemudanya memiliki jiwa yang maju, besar, dan berjiwa kepemimpinan, maka bangsa itu akan maju, besar, serta mampu memimpin peradaban dunia.
Sebaliknya, jika pemudanya lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai agama, maka masa depan bangsa tersebut akan suram.
Lalu, seperti apakah sosok pemuda yang diharapkan mampu membangun negeri ini? Dalam al-Qur’an, Allah menggambarkan teladan pemuda beriman dalam kisah Ashhabul Kahfi, sekelompok anak muda yang memiliki integritas moral dan kekuatan iman.
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (Qs Al-Kahfi: 13)
Rasulullah Saw juga mengingatkan dalam hadits, “Syabaabaka Qabla Haramika” “Gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu.”
Ayat dan hadis tersebut menegaskan bahwa Islam memberi perhatian besar pada masa muda. Sebab, masa muda adalah fase emas untuk berbekal, berjuang, dan menunjukkan kekuatan nyata dalam kebaikan.
Dalam sejarah Islam, kita mengenal para pemuda tangguh seperti Mush’ab bin Umair, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, dan Abdurrahman bin Auf. Mereka menunjukkan bagaimana semangat, kecerdasan, dan keberanian pemuda menjadi penopang dakwah dan kemajuan umat.
Karakteristik Pemuda Harapan Bangsa
Satu, Menyeru kepada kebenaran (al-haq)
“Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.” (Qs Al-A’raf: 181)
Dua, Mencintai Allah dan dicintai oleh-Nya
“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya…” (Qs Al-Maidah: 54)
Tiga, Saling menolong dan menegakkan nilai-nilai agama
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain…” (Qs At-Taubah: 71)
Empat, Menepati janji kepada Allah Swt
“(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.” (Qs Ar-Ra’d: 20)
Lima, Berani berkorban demi agama dan kebenaran
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah…” (Qs Al-Hujurat: 15)
Enam, Tumbuh dalam ibadah dan cinta masjid
Rasulullah Saw bersabda:
“Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya, (di antaranya): pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, dan seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid…” (HR Bukhari dan Muslim)
Melalui pemuda dengan karakteristik seperti inilah Islam dahulu mampu menumbangkan berbagai bentuk kezaliman dan kebodohan. Oleh karena itu, jika para pemuda bangsa ini mendapatkan bimbingan, perhatian, dan kesempatan untuk berkiprah, maka kebangkitan bangsa akan kembali nyata.
Selamat Hari Sumpah Pemuda!
Semoga semangat pemuda-pemudi Indonesia terus menyala dengan iman, ilmu, dan amal shalih. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments