
PWMU.CO – Upaya pengurangan sampah plastik saat Idul Adha mulai diinisiasi oleh Pemuda Muhammadiyah Ambulu, Jember melalui pilot project Green Idul Adha, yang dilaksanakan pada Jumat (6/6/2025).
Kegiatan ini bertepatan dengan hari penyembelihan hewan kurban di lingkungan Mushalla Al-Iman, Dusun Bedengan, Kabupaten Jember.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemuda Muhammadiyah Ambulu dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bedengan. Dalam pelaksanaannya, distribusi daging kurban dilakukan menggunakan kemasan ramah lingkungan berupa besek bambu dan daun jati, sebagai pengganti plastik sekali pakai yang biasanya digunakan setiap tahun.
Anggota Pemuda Muhammadiyah Ambulu, Parama Satria menyampaikan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk mendorong kesadaran lingkungan dalam pelaksanaan ibadah kurban, sekaligus menjadi percontohan bagi ranting-ranting lain di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ambulu.
Dengan menggunakan bahan alami, masyarakat diajak untuk kembali kepada kearifan lokal yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi momen edukatif bagi masyarakat tentang pentingnya pengurangan limbah plastik di hari raya. Keterlibatan langsung warga Bedengan dalam proses pengemasan dan distribusi daging kurban menjadi wujud nyata semangat gotong royong, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT.
Program ini mendapat sambutan positif dari tokoh PRM Bedengan, Nur Idris.
“Ini program yang sangat baik. Kemasan menjadi lebih menarik dan ramah lingkungan. Hanya saja, ada satu hal yang perlu dievaluasi, kita lupa mencetak stiker Muhammadiyah sebagai label persyarikatan dan media syiar dakwah. Semoga ke depan bisa dipersiapkan dengan lebih matang,” ungkapnya.
Sementara itu, Parama menekankan pentingnya isu lingkungan sebagai bagian dari narasi gerakan pemuda.
“Pemuda Muhammadiyah harus berani dan lantang menyuarakan isu lingkungan. Ini bukan sekadar tren, tetapi bagian dari marwah gerakan pemuda yang progresif dan kontekstual,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya pilot project ini, Pemuda Muhammadiyah Ambulu berharap akan tumbuh lebih banyak inisiatif serupa yang mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan, khususnya dalam momen-momen keagamaan yang berpotensi menjadi sarana dakwah sekaligus media edukasi publik.
Sebagai catatan penting, Green Idul Adha tentu masih menyisakan pekerjaan rumah bersama. Penggunaan besek dan daun jati memang membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan plastik sekali pakai. Namun, tantangan ini bukan untuk dihindari, melainkan dikaji dan dicarikan solusinya bersama.
Diperlukan pendekatan kolektif dari berbagai pihak untuk menemukan jalan terbaik dalam menyelamatkan bumi dari ancaman sampah sekali pakai, tanpa membebani pelaksana kurban secara berlebihan. (*)
Penulis Ghany Abdillah Ersa Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments