Pembukaan puncak Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya berlangsung semakin meriah berkat penampilan Tim Angklung SD Muhammadiyah 6 Gadung (Musix) Surabaya, Sabtu (29/11/2025) di Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya.
Panggung spektakuler dipasang di lantai LG. Videotron berukuran superlebar menghiasi panggung berukuran 4 x 6 meter, dilengkapi sound system yang menggelegar.
Dalam acara ini, Guru SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Rosyid, dipercaya sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan kepiawaiannya, ia berhasil menciptakan suasana hangat dengan selingan humor yang menghibur pengunjung.
“Selanjutnya, saya panggil Tim Angklung Musix dari SD Muhammadiyah 6 Surabaya,” seru Rosyid yang disambut tepuk tangan meriah.
Dengan memegang angklung, para pemain memasuki panggung satu per satu. Karena ukuran panggung yang terbatas, sebagian pemain khususnya kelompok vokal harus tampil dari bawah panggung.
Kelompok angklung mengenakan dresscode putih–merah sedangkan kelompok vokal tampil dengan busana serba hitam.
Penampilan diawali dengan lagu “Surabaya Oh Surabaya” ciptaan A. Rachman, musisi sekaligus ayah dua personel grup musik Dara Puspita.
Lagu yang menanamkan rasa cinta tanah air dan mengenang Pertempuran Surabaya November 1945 ini berhasil memukau pengunjung yang memenuhi atrium LG.
Hingga masuk pada lagu kedua, “Allah Bersamamu,” perhatian pengunjung tetap terpusat pada panggung. Bahkan MC tak henti memberikan komentar kagumnya.
“Penampilan ini sungguh menyentuh hati dan sangat menghibur,” ungkap salah satu pengunjung, Ika May Puspitasari.
Perpaduan dentingan angklung yang harmonis dengan vokal nasyid yang membawakan dua lagu tersebut dinilainya sangat memukau.
“Semakin lengkap dengan sentuhan pakaian batik dan kebaya yang identik dengan budaya Indonesia, khususnya Jawa,” tambahnya.
Sejak pukul delapan pagi, mall yang terletak tidak jauh dari Taman Makam Pahlawan, Jalan Mayjen Sungkono tersebut telah dipadati warga Muhammadiyah Surabaya yang hadir dengan berbagai dresscode identitas Muhammadiyah, didominasi warna hijau.
“Untuk menunjukkan bahwa warga Muhammadiyah di Surabaya itu ada, maka baiknya pada acara pembukaan maupun fun walk hadir mengenakan dresscode warna hijau,” jelas Ketua panitia, Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., saat technical meeting.
Kehadiran warga Muhammadiyah dalam jumlah besar membuat manajemen mall kewalahan menyediakan area parkir, terutama untuk kendaraan mobil. Banyak mobil akhirnya harus diparkir di luar area parkir resmi.
“Mohon maaf, banyak kendaraan terpaksa parkir di luar area karena di dalam sudah tidak muat lagi,” ujar salah seorang petugas berseragam cokelat.
Ia juga menyampaikan rasa bangga atas sikap warga Muhammadiyah yang ramah dan tertib selama berada di dalam mall. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments