Kabar duka itu datang begitu tiba-tiba. Selasa malam (18/11/2025) sekitar pukul 22.10 WIB, pesan Innalillahi wa innailaihi raji’un tiba-tiba memenuhi berbagai grup WhatsApp Muhammadiyah, mulai dari tingkat ranting hingga wilayah.
Di jajaran Tapak Suci, dari cabang hingga pusat, kabar itu menyebar cepat: Pendekar Besar Tapak Suci, Drs KH Ahmad Kasuwi Thorif, MA, P.Br., telah berpulang ke rahmatullah.
Unggahan foto almarhum dengan ucapan belasungkawa juga bermunculan di status WhatsApp. Banyak yang tak percaya bahwa tokoh persilatan yang selama ini dikenal sehat, energik, dan penuh semangat itu telah meninggalkan dunia untuk selamanya.
KH Ahmad Kasuwi Thorif wafat pada usia 72 tahun di kediamannya, Desa Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Lahir tahun 1953, beliau dikenal luas bukan hanya sebagai pendekar besar Tapak Suci, tetapi juga sebagai ulama yang tawadhu’, santun, dan berilmu dalam.
Dikenang sebagai Pendekar Mumpuni yang Berakhlak Mulia
Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, Pendekar Afnan Hadikusumo, mengenang sosok almarhum sebagai tokoh penting dalam perjalanan organisasi seni bela diri Muhammadiyah tersebut.
“Abah Kasuwi sudah saya kenal sejak saya aktif di Pimpinan Pusat Tapak Suci tahun 2003-an. Setahu saya beliau pendekar yang betul-betul menguasai ilmunya. Akhlaknya baik dan beliau ringan tangan,” ujarnya.
Afnan menambahkan bahwa wafatnya KH Kasuwi merupakan kehilangan besar bagi dunia persilatan Indonesia.
“Kita kehilangan tokoh dunia persilatan yang mumpuni. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu,” tulis Afnan Hadikusumo ketika dihubungi PWMU.CO, Rabu (19/11/2025) dini hari.
Aktif hingga Akhir Hayat
Wakil Ketua PDM Lamongan, Fathurrahim Syuhadi, tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya ketika dikonfirmasi. Hanya beberapa hari sebelumnya, ia masih bersama almarhum dalam kegiatan Lembaga Pengembangan Cabang-Ranting & Pembinaan Masjid (LPCRPM) Muhammadiyah di Banjarmasin.
“Kabar ini sangat mengagetkan. Kami baru saja bersama mengikuti kegiatan LPCRPM di Banjarmasin,” ujarnya.
Menurut Fathurrahim, almarhum merupakan peserta yang sangat aktif. Sebagai Wakil Ketua PDM Lamongan yang membidangi LPCRPM, ia mendampingi kontingen Ranting Sendangharjo Brondong, Ranting Patihan Babat, PCM Brondong, serta PCM Babat dan PRM Godog sebagai peserta best of the best.
“Beliau sangat energik dan tak kenal lelah. Semangatnya selalu menyala,” tambahnya.
Lebih dari itu, KH Kasuwi dikenal luas karena kependekarannya di dunia Tapak Suci dan kedalaman ilmu agamanya.
“Ia sangat disegani oleh penguasa maupun para ulama di Lamongan, bahkan di Jawa Timur dan para pendekar Tapak Suci di Indonesia,” kata Fathurrahim.
Kepergian Ahmad Kasuwi Thorif meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah, Tapak Suci, dan masyarakat yang pernah bersinggungan dengan kebaikan, keteduhan pribadi, dan keteguhan ilmunya.
Beliau adalah salah satu contoh kader Muhammadiyah yang berhasil memadukan ketegasan seorang pendekar dengan kelembutan akhlak seorang alim.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baiknya, mengampuni segala khilaf, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Allahumma amiin. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments