Enam pendekar cilik Tapak Suci kontingen TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 22 Balongpanggang tampil memukau dalam Turnamen Tapak Suci Tingkat Nasional SAC di Maspion Square Surabaya, Sabtu (7/2/2026). Mereka berhasil membawa pulang medali emas dan perak.
Sejak pukul 06.00 WIB, para peserta telah berkumpul di halaman sekolah bersama orang tua dan tiga guru pendamping. Rombongan kemudian berangkat menuju lokasi pertandingan menggunakan kendaraan elf dengan suasana haru dan penuh doa.
Perjalanan ditempuh sekitar dua jam. Sesampainya di lokasi, pertandingan segera dimulai. Dua peserta, El Fathi dan Afif, tiba-tiba dipanggil menuju gelanggang saat masih berada di toilet karena antre.
Guru pendamping, Diah Andansari, sempat panik mencari mereka dalam kondisi lampu pusat perbelanjaan belum menyala. Setelah ditemukan, keduanya langsung berlari menuju arena tanpa persiapan panjang.
Meski napas masih terengah, El Fathi dan Afif tetap mampu menampilkan salam nasional dan Jurus Matahari Satu di hadapan dewan juri dengan percaya diri.
Sementara itu, empat peserta putri bersama Kholidah Zia menunggu panggilan di pintu masuk gelanggang. “Masih ada waktu untuk memberikan pengarahan agar anak-anak tidak grogi saat tampil,” ujarnya.

Satu per satu peserta menampilkan performa terbaik. Hasilnya, kontingen TK ABA 22 Balongpanggang meraih prestasi membanggakan, yakni:
- El Fathi (Kelompok B2) juara 1 – medali emas
- Afif (Kelompok B2) juara 1 – medali emas
- Kidung (Kelompok B1) juara 1 – medali emas
- Sherina (Kelompok B1) juara 2 – medali perak
- Qiana (Kelompok A1) juara 2 – medali perak
- Erlita (Kelompok A1) juara 2 – medali perak
Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 22 Balongpanggang, Minarti, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian tersebut. Ia menyebut seminggu sebelum lomba beberapa peserta sempat sakit karena kelelahan latihan.
“Saya berharap tahun depan kegiatan ini semakin semarak dan anak-anak dapat berprestasi lebih baik lagi,” tuturnya.
Turnamen Tapak Suci Nasional SAC diselenggarakan rutin setiap tahun dan telah diikuti sekolah ini selama empat tahun terakhir. Minarti berharap kegiatan tersebut melahirkan pendekar Muhammadiyah yang berpotensi dan mencintai budaya bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments