Momentum penguatan ideologi dan profesionalisme guru kembali digelar di lingkungan Muhammadiyah Kota Malang. Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si., hadir langsung memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqam bagi guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 (SD Mupat) Kota Malang pada Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium SD Mupat tersebut mengusung tema “Pendidikan sebagai Jihad: Reorientasi Niat Guru Muhammadiyah.” Dalam paparannya, Khozin menegaskan bahwa mengajar di sekolah Muhammadiyah tidak sekadar menjadi profesi untuk mencari nafkah, tetapi merupakan bagian dari perjuangan atau jihad di jalan Allah.
Dalam arahannya yang reflektif, ia juga mengingatkan tiga hal yang tidak boleh terjadi di sekolah Muhammadiyah agar lembaga pendidikan tetap unggul dan berkemajuan.
Pertama, jangan konflik, karena perpecahan internal hanya akan menguras energi dan menghambat kemajuan sekolah. Kedua, jangan korupsi, sebab integritas merupakan prinsip yang harus dijaga oleh setiap pejuang pendidikan di amal usaha Muhammadiyah. Ketiga, jangan kolot, artinya sekolah harus terbuka terhadap perubahan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, sekolah Muhammadiyah harus memiliki semangat tajdid atau pembaruan. Lembaga pendidikan dituntut bergerak dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman agar tetap dipercaya dan dibutuhkan oleh masyarakat.
Selain penguatan ideologi, para guru juga diingatkan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Guru Muhammadiyah, kata dia, harus memiliki dan mengembangkan empat kompetensi utama.
Keempat kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan mengelola proses pembelajaran; kompetensi profesional, yakni penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam; kompetensi kepribadian, berupa karakter yang mantap, stabil, dewasa, dan berwibawa; serta kompetensi sosial, yaitu kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, maupun masyarakat.
Menutup sesi materinya, Prof. Khozin mengutip pesan dari pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
“Banyak-banyaklah memberi, jangan banyak menerima,” ujarnya, seraya mengingatkan para guru agar senantiasa memiliki semangat pengabdian dan dedikasi tinggi bagi umat.
Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, diharapkan para pendidik di SD Mupat dapat menata kembali niat dan semangat dalam menjalankan tugas sebagai guru, sekaligus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang tangguh di masa depan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments