Qabilah SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muhammadiyah) Genteng, Banyuwangi mengikuti penempuhan sebagai puncak kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Melati 1.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (17/1/2026) dini hari, tepatnya pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB, di lingkungan sekolah.
Serangkaian kegiatan Diklat dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (15-17/1/2026).
Selama kegiatan tersebut, para peserta Diklat mendapatkan berbagai materi, baik teori maupun praktik. Materi teori meliputi Pemahaman dan Manajemen Kegiatan Abinawa, Memahami Alat dan Tanda-Tanda Navigasi, serta Memahami dan Mengerti Administrasi Proposal.
Sementara itu, materi praktik antara lain Napak Tilas dengan menunjukkan sandi Morse (praktik 1), Rappeling (teknik menuruni ketinggian), Flying Fox (meluncur dari ketinggian dengan alat tertentu), Walking in Rope (berjalan di atas tali), serta Peraturan Baris Berbaris dan Kedisiplinan.
Tidak seperti malam sebelumnya, penyampaian materi teori yang biasanya berlangsung hingga tengah malam, pada malam kedua seluruh peserta Diklat tidak lagi menerima materi teori.
Kegiatan hanya diisi dengan mengaji dan salat berjamaah. Oleh karena itu, seluruh peserta Diklat diwajibkan tidur pada pukul 21.00 WIB karena pada pukul 01.00 WIB mereka harus bangun untuk melaksanakan salat tahajud yang dilanjutkan dengan kegiatan Penempuhan atau Pencarian Tanda Bintang.
Suasana di halaman SMA Muha Genteng terasa hening. Usai pelaksanaan salat tahajud, seluruh lampu dimatikan. Semua peserta Diklat berkumpul di halaman sekolah untuk menerima pembekalan. Malam itu merupakan puncak kegiatan Diklat Melati 1.
“Masih ada satu pekerjaan yang harus kalian selesaikan. Apabila kalian gagal, maka kalian dinyatakan tidak lolos, tidak mendapatkan Bintang Melati 1, dan tidak berhak memakai atribut tersebut hingga dinyatakan lulus,” ujar Pembina HW SMA Muha Genteng, Risal Setyo, S.Pd.
Ia menambahkan, peserta yang tidak berhasil menemukan Bintang Melati 1 diwajibkan mengulang pelatihan di lain waktu.
Usai pelaksanaan briefing, tepat pukul 02.00 WIB seluruh peserta Diklat diminta mencari atribut tanda Bintang Melati 1 yang telah diletakkan di sekitar lingkungan sekolah, mulai dari lantai satu hingga lantai tiga, tanpa penerangan lampu sedikit pun.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh panitia, baik senior maupun junior, berkumpul di ruang panitia. Peserta yang kedapatan menggunakan penerangan dinyatakan didiskualifikasi.
Hampir dua jam suasana menegangkan menyelimuti perasaan para peserta Diklat. Terlebih di sekitar kantin sekolah yang dikenal memiliki suasana cukup mencekam pada malam hari. Hingga akhirnya, saat salah satu masjid mengumandangkan tarhim menjelang Subuh, seluruh peserta berhasil menemukan Bintang Melati 1.
Selanjutnya, semua peserta diarahkan menuju masjid sekolah untuk persiapan salat Subuh berjamaah.
Meski selama tiga hari dua malam para peserta Diklat berjibaku dengan berbagai kegiatan yang melelahkan akibat minimnya waktu istirahat, pagi itu seluruh wajah tampak ceria. Raut kelelahan masih sedikit terlihat, namun semuanya terobati dengan keberhasilan meraih atribut Bintang Melati 1. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments