Pengambilan Rapor merupakan kegiatan rutin di sekolah dimana pendidikan karakter dan kemandirian siswa harus dilatih sedini mungkin. Namun, suasana berbeda terasa di SMP Muhammadiyah 5 Bungah (SMP Mulia) pada kegiatan penerimaan rapor semester ganjil yang dilaksanakan selama dua hari, (15-16/10/2025).
Sekolah yang berlokasi di Bungah, Gresik ini menerapkan sistem Student Led Conference (SLC). Di mana siswa dan orang tua diberikan jadwal khusus untuk pengambilan rapor agar diskusi hasil belajar bisa berjalan efektif.
Berbeda dari penerimaan rapor konvensional, melalui sistem SLC, siswa diberi tanggung jawab untuk mempresentasikan pencapaian, tantangan, dan target belajar mereka di hadapan orang tua dan wali kelas. Selain menambah kepercayaan diri siswa, juga akan menambah keterampilan berbicara dengan cara berpresentasi di depan mengenai Prestasi Belajar, Sikap, Serta hafalan surat.
Sistem IMULIA
Siswa terlihat antusias menjelaskan setiap pencapaian yang sudah terekap rapih di aplikasi IMULIA selama satu semester. IMULIA ini bukanlah sebuah website biasa. Di era serba digital ini SMP Mulia hadir dengan inovasi baru yang merupakan ekosistem belajar masa depan yang dirancang untuk mendukung siswa, orang tua, dan guru dalam satu genggaman.
Suasana haru dan bangga yang terlihat jelas. Karena di dalam ruangan hanya dihadiri oleh wali kelas, orang tua dan siswa, kegiatan ini membuat acara ini menjadi lebih intim dan bermakna. Rupanya banyak orang tua yang merasa terharu dan bangga sekaligus melihat keberanian anaknya bicara dengan penuh percaya diri dengan penjelasan perjalanannya selama proses Ideal Learning.
Sistem SLC ini mendapat tanggapan positif dari Ratna Yulis wali murid dari kelas VIII. Menurutnya, SLC ini adalah sistem yang sangat inovatif dan patut diapresiasi.
”Jujur saya senang sekolah bisa mengeluarkan sebuah sistem yang bisa meningkatkan kepercayaan diri dari siswa termasuk anak saya. Selain itu, saya selaku wali murid juga mengetahui apa saja yang anak sayang jalanin di sekolah,” tuturnya.
Selain melatih kemampuan bicara siswa di depan publik, sistem Student Lead Conference disebut-sebut bisa mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua sehingga proses belajar mengajar semakin intens.
Sitta Shofiana Fahriani S.Pd.,Gr., selaku wali kelas VIII. Mengatakan, SLC menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara semua pihak.
”Saya merasa sangat terbantu dengan adanya sistem ini. Guru dan orang tua bisa bersinergi untuk mendampingi siswa secara maksimal. Siswa belajar bertanggung jawab atas proses belajarnya, dan orang tua dapat memahami secara langsung dari sudut pandang anak,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Kegiatan berjalan lancar dari pagi hingga siang hari, ditutup dengan diskusi hangat antara orang tua, siswa, dan wali kelas untuk merumuskan strategi pendampingan belajar yang lebih baik di semester berikutnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments