Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengabdian Masyarakat FK UMSURA: Pelatihan Service Excellent Islami Terintegrasi

Iklan Landscape Smamda
Pengabdian Masyarakat FK UMSURA: Pelatihan Service Excellent Islami Terintegrasi
Optimalisasi Sistem Mutu Pelayanan RSI Masyithoh Bangil melalui Pelatihan Service Excellent Islami Terintegrasi (Rahma Ismayanti/ PWMU.CO)
pwmu.co -

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melalui Program Studi Manajemen Administrasi Rumah Sakit (MARS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Rumah Sakit Islam (RSI) Masyithoh Bangil, Rabu (7/1/2025). Kegiatan ini mengusung tema Optimalisasi Sistem Mutu Pelayanan RSI Masyithoh Bangil melalui Pelatihan Service Excellent Islami Terintegrasi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-10 Fakultas Kedokteran UM Surabaya sekaligus wujud implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, FK UM Surabaya berkomitmen mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, serta berlandaskan nilai keislaman dan kearifan lokal.

Dekan Fakultas Kedokteran UM Surabaya, dr. Laily Irfana, Sp.S., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat menjadi sarana strategis bagi sivitas akademika untuk berkontribusi secara nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang terus dikembangkan oleh UM Surabaya.

Sementara itu, Kepala Program Studi MARS UM Surabaya, Prof. Pipit Festi Wiliyanarti, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai upaya penguatan sistem manajemen mutu rumah sakit. Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diharapkan kualitas pelayanan pasien dapat semakin optimal, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Pengabdian masyarakat ini diwujudkan melalui Pelatihan Service Excellent Islami Terintegrasi yang diikuti sekitar 30 peserta, terdiri atas dokter, tenaga kesehatan, dan petugas administrasi yang berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga. Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta simulasi pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi nyata di rumah sakit.

Materi pelatihan menekankan pentingnya komunikasi sebagai kunci utama dalam pelayanan kesehatan. Peserta dibekali pemahaman tentang makna salam sebagai doa dan adab, penerapan prinsip 6S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, dan Siap), serta penguatan nilai budaya Jawa melalui konsep Gupuh, Lungguh, Suguh, Aruh, dan Rengkuh (GLSAR) yang dipadukan dengan sikap ngajeni dalam melayani pasien.

Selain pelayanan tatap muka, pelatihan ini juga membahas tantangan pelayanan kesehatan di era digital. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai etika komunikasi Islami melalui media digital, seperti WhatsApp, media sosial rumah sakit, hingga layanan telemedicine, dengan tetap menjaga profesionalisme serta kerahasiaan pasien.

Direktur RSI Masyithoh Bangil, Dr. dr. H. Handayanto, MM, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mendukung sistem mutu dan peningkatan kualitas pelayanan di RSI Masyithoh Bangil.

“Melalui kegiatan ini, RSI Masyithoh Bangil diharapkan mampu membangun budaya pelayanan yang empatik, ramah, dan konsisten di seluruh unit kerja. Kedepan, hasil pelatihan ini akan ditindaklanjuti melalui komitmen bersama untuk menerapkan pelayanan Islami secara berkelanjutan guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit,” pungkas Prof. Pipit. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu