Program pendampingan kepemimpinan remaja berbasis nilai Islam Kemuhammadiyahan digelar di Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Mulia Jember pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Internal 2025/2026 Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS).
Melalui pendekatan kepemimpinan sosial yang terstruktur dan berkelanjutan, program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter serta memiliki jiwa kepemimpinan.
Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa dalam Penguatan Kepemimpinan
Program ini diinisiasi oleh Dr. Akbar Maulana, S.IP., M.Si. dan Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom., dengan melibatkan mahasiswa Nina Anggel Febrianti serta Achmad Rifqi Hidayat sebagai bagian dari implementasi kegiatan.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa tersebut memperkuat integrasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung penguatan kapasitas kelembagaan panti asuhan sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah.
Menjawab Tantangan Kepemimpinan Remaja Panti
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi remaja panti, mulai dari keterbatasan figur teladan, rendahnya rasa percaya diri, minimnya pengalaman kepemimpinan, hingga kurangnya ruang aktualisasi diri.
Di tengah dinamika era governance modern yang menuntut pemimpin adaptif, kolaboratif, dan berintegritas, kebutuhan akan pembinaan kepemimpinan yang terstruktur menjadi semakin mendesak. Terlebih lagi, panti asuhan sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah dinilai belum memiliki model pembinaan kepemimpinan yang terintegrasi secara sistematis dengan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan.
Model Leadership Smart Social Care
Melalui pendekatan berbasis nilai amanah, tanggung jawab sosial, dan keteladanan, konsep Leadership Smart Social Care diperkenalkan sebagai model kepemimpinan sosial yang empatik, responsif, serta relevan dengan perkembangan era digital.
Pelaksanaan program dirancang dalam lima tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan, pelatihan kepemimpinan, pendampingan praktik melalui simulasi kegiatan panti, penyusunan modul dan model pendampingan, serta evaluasi komprehensif melalui observasi, pre-test dan post-test, serta wawancara.
Pendekatan Experiential Learning
Dalam proses pendampingan, pendekatan experiential learning menjadi metode utama. Para remaja tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga belajar melalui praktik langsung, refleksi, serta umpan balik berkelanjutan.
Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri sekaligus membentuk pola pikir kepemimpinan yang solutif dan berorientasi pada pelayanan sosial.
Luaran dan Harapan Program
Luaran kegiatan ini ditargetkan mencakup publikasi di media massa, artikel ilmiah pada jurnal terindeks Sinta 4, modul pelatihan Leadership Smart Social Care, serta satu produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa model pendampingan kepemimpinan remaja berbasis nilai Islam Kemuhammadiyahan.
Melalui program ini, remaja panti diharapkan tumbuh sebagai calon pemimpin muda yang berakhlak, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika sosial di era modern. Selain itu, model pendampingan ini juga dirancang agar dapat direplikasi di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah lainnya.






0 Tanggapan
Empty Comments