Mahasiswa KKN Kelompok 14 Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengadakan kegiatan sosial di Dusun Ketidur, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (11/8/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dalam rangka KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang berfokus pada pemeriksaan kesehatan lansia dan balita, serta penyuluhan mengenai stunting dengan memanfaatkan teknologi canggih berupa aplikasi GenC yang dirancang oleh dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN 14 dengan Posyandu Teratai di Dusun Ketidur ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat lokal guna meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita.
Program ini dirancang tidak hanya untuk memeriksa kondisi kesehatan secara langsung, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan yang menyeluruh dan mudah dipahami.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan mencakup berbagai tes penting seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat untuk lansia, serta pemantauan berat dan tinggi badan balita, penilaian status gizi anak-anak, dan pemberian vitamin anak.
Tim mahasiswa KKN didampingi oleh para petugas posyandu yang berpengalaman, sehingga data yang diperoleh akurat dan dapat segera ditindaklanjuti untuk kebutuhan perawatan kesehatan lebih lanjut.
Tuntaskan Stunting

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah penyuluhan tentang stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh yang sering dialami oleh anak-anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.
Stunting menjadi isu kesehatan yang masih cukup tinggi di banyak daerah, termasuk Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, edukasi tentang penyebab, dampak, serta upaya pencegahan stunting sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Keistimewaan dari penyuluhan kali ini adalah penggunaan aplikasi GenC, sebuah inovasi teknologi yang dikembangkan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Aplikasi ini dirancang untuk memberikan informasi interaktif dan sistematis mengenai stunting, termasuk panduan praktis bagi orang tua dan kader posyandu dalam menjaga tumbuh kembang anak.
Dengan aplikasi GenC, data kesehatan yang dikumpulkan selama pemeriksaan dapat langsung diolah dan dianalisis sehingga memudahkan pelaporan dan tindak lanjut.
“Aplikasi GenC juga membantu meningkatkan efektivitas komunikasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat sehingga pesan-pesan penting tentang kesehatan dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dimengerti.,” jelas Ketua KKN 14 Muhammad Zidane.
Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan pelayanan kesehatan berbasis teknologi di tingkat desa.
Tahap akhir kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang melibatkan warga desa, khususnya para orang tua balita dan lansia. Para peserta sangat antusias dan memberikan umpan balik positif atas pelaksanaan program tersebut.
Sinergi untuk Masyarakat
Kepala Dusun Ketidur turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi mahasiswa KKN beserta dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya yang telah berkolaborasi dengan Posyandu Teratai. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Melalui program KKN 14 ini, Universitas Muhammadiyah Surabaya tidak hanya menyalurkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, tetapi juga membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Harapan besar disematkan agar hasil pemeriksaan dan penyuluhan dapat membantu menurunkan angka stunting di Desa Pesanggrahan, serta menjaga kualitas hidup lansia dan balita sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan ini memberikan contoh konkret bagaimana sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan posyandu dapat menghasilkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat lokal.
Dengan dukungan teknologi inovatif dan semangat kerja sama, kesehatan masyarakat di Dusun Ketidur dapat terus ditingkatkan secara holistik dan terintegrasi.






0 Tanggapan
Empty Comments