PWMU.CO – Selama sepekan (21-28 April 2025), siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 6 Gresik yang berjumlah 40 orang harus mengikuti kegiatan “Pengabdian Siswa”. Mereka terbagi kedalam 9 kelompok untuk menjalankan tugasnya di 6 (enam) lembaga pendidikan dan 3 (tiga) tempat usaha yang ada di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Gresik.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian atau rangkaian dari Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang sifatnya wajib. Siswa yang tidak mengikutinya belum dinyatakan tuntas belajar, sampai tugas atau kewajiban ini harus dipenuhi. Tujuannya adalah memberikan bekal bagi siswa sebelum dinyatakan lulus agar memiliki wawasan dan pengalaman langsung mengenai dunia kerja dan proses kerja, meskipun tidak banyak.
Selama kegiatan pengabdian, para siswa dari sekolah yang beken dengan sebutan SMAMusix itu berkesempatan mengamati dan bahkan terlibat langsung dalam aktivitasnya. Siswa-siswi ini pun mendapatkan pengalaman berharga. Misalnya: bagaimana dalam berinteraksi dengan rekan kerja (terutama rekan yang baru) maupun dengan tantangan kerja sehari-hari yang menguras energi fisik maupun mental.

Satu kelompok melakukan pengabdian di sekolahnya sendiri (SMAMusix), dan 8 kelompok lainnya tersebar ditempat lain. Yaitu diTK Aisyiyah Bustanul Athfal 22 Balongpanggang, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 28 Karangsemanding, SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang, SD Muhammadiyah 2 Balongpanggang, SMP Muhammadiyah 2 Balongpanggang, Toko Melati, Resto Aznia dan peternakan Zieba Farm.
Selama masa pengabdian, para siswa itu wajib mengikuti aktivitas sesuai dengan arahan guru pamong atau pemilik tempat usaha yang mereka jadikan lokasi kegiatan pengabdian. Bagi mereka yang melakukan pengabdian di lembaga pendidikan, mendapatkan tugas mendampingi siswa-siswi sekolah tersebut dalam kegiatan ekstrakurikuler, membantu guru dalam kegiatan belajar di kelas, hingga membantu bersih-bersih lingkungan sekolah.
Sedang yang di tempat usaha, misalnya di Toko Melati yang merupakan tempat usaha fotocopy dan rental komputer, mereka mendapatkan pengalaman bagaimana memfotocopy dokumen, ngeprint, melayani konsumen/pembeli, hingga menata barang di rak dagangan. Mereka yang di usaha peternakan Zieba Farm, mendapatkan pengalaman menggiling pakan hewan ternak, memberikan makan/minum ternak dan juga bersih-bersih kendang. Demikian pula yang di Resto Aznia, mereka akhirnya mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan urusan dapur. Misalnya: mengupas bawang, membantu memasak, mencuci piring, mencatat menu pesanan pengunjung, membersihkan meja dan lain sebagainya.
Kepala SMAMusix Alhayuningtias, SPd, kegiatan pengabdian siswa ini memiliki tujuan untuk memberi pengalaman nyata kepada siswa tentang lingkungan kerja, mengembangkan keterampilan sosial, serta melatih rasa kepemimpinan dan tanggung jawab. Harapannya, siswa dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja, dan menjadi individu kompeten dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat.

“Kegiatan Pengabdian Siswa menjadi program rutin, angkatan terdahulu juga mengalami hal yang sama. Tujuannya untuk memberikan kalian pengalaman nyata tentang lingkungan kerja, mengembangkan keterampilan sosial, serta melatih rasa kepemimpinan dan tanggung jawab kalian. Harapannya kalian dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi dunia kerja yang kompleks dan menantang sehingga dapat menjadi individu yang kompeten dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat” ungkap Bu Tias.
Muhammad Zaini, selaku pemilik Toko Melati, memberikan respon yang sangat positif dengan adanya kegiatan tersebut. Sebagai pemilik usaha, yang juga sebagai alumni SMAMusix, Zaini mengapresiasi kegiatan yang dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam usaha percetakan.
Tanggapan positif juga disampaikan Eliya yang merupakan salah satu peserta pengabdian yang berada di Resto Aznia.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat menurut saya. Karena ini pengalaman pertama kami mengabdi di rumah makan. Banyak hal baru yang kami dapat dari kegiatan ini seperti belajar memasak bebek bakar, bagaimana cara melayani pelanggan dan masih banyak lainnya” kata Eliya, siswa pengabdian di Aznia.
Penulis Rizka Yuli Nur Lailiyah, Editor Notonegoro






0 Tanggapan
Empty Comments