
PWMU.CO – Dalam suasana yang penuh hikmah, Masjid Faqih Usman Gresik kembali menggelar pengajian Ahad pagi yang disambut antusias oleh masyarakat (15/6/2025).
Kali ini, pengajian diisi oleh narasumber istimewa, Ust. Fiqih Risalah PhD, dengan tema yang sangat relevan bagi kehidupan modern: “Ilmu, Iman, dan Amal sebagai Pilar Agama.”
Dalam penyampaiannya, Ustadz Fiqih menjelaskan bahwa ilmu adalah salah satu anugerah besar yang diberikan Allah kepada manusia melalui akal, namun tidak cukup hanya sampai pada tataran intelektual. Ilmu dalam Islam harus membawa manusia kepada iman (keyakinan kepada Allah) dan amal (perbuatan nyata yang sesuai dengan ajaran-Nya).
“Ilmu dikembangkan oleh akal, tapi Islam mengarahkannya pada jalan spiritual. Tanpa iman, ilmu bisa menyesatkan,” ungkapnya.
Ia menyoroti bahwa peradaban Barat dan non-Islam sering kali mendorong pengembangan ilmu dari dasar keraguan, sedangkan Islam membangun ilmu dari keyakinan dan pencarian makna hidup yang hakiki. Maka, muncul gerakan Islamisasi ilmu, yang bertujuan menyelaraskan sains dan nilai-nilai Islam.
“Sains bersandar pada data empiris—apa yang bisa dilihat dan diuji—sedangkan ilmu dalam perspektif Islam juga mencakup data rasional dan spiritual,” jelasnya.
Namun, banyak ilmuwan di luar Islam yang terjebak dalam logika empiris, hingga tidak mengenal Tuhannya. Padahal, sebagaimana dalam ayat “رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا” (Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia), ilmu seharusnya membawa kepada pengenalan terhadap Sang Pencipta.
Dalam pengajian ini, Ustadz Fiqih Risalah juga mengutip hadis kedua dari Arba’in An-Nawawi yang menyatakan bahwa ilmu datang sebelum iman, karena hanya melalui ilmu seseorang dapat memahami siapa Tuhannya, apa perintah-Nya, dan bagaimana beramal sesuai dengan ajaran Islam.
Ia menutup dengan konsep Ihsan, yaitu beribadah seolah-olah melihat Allah. Jika tidak mampu, maka sadarlah bahwa kita senantiasa diawasi oleh-Nya. Inilah puncak dari keterpaduan antara ilmu, iman, dan amal.
Manfaat dan Pentingnya Pengajian bagi Pemuda
Pengajian ini memberikan pencerahan khususnya bagi generasi muda yang hidup dalam era banjir informasi. Dalam dunia yang didominasi oleh logika material dan teknologi, pemuda sering terjebak dalam rutinitas belajar, bekerja, dan berkarya tanpa dasar spiritualitas dan nilai hidup.
Dengan mengikuti pengajian seperti ini, pemuda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak secara spiritual.
Mereka belajar bahwa ilmu bukan sekadar alat mencari pengakuan dunia, melainkan jembatan menuju pemahaman iman dan amal. Ini penting untuk membangun karakter generasi muda yang utuh: berilmu, beriman, dan berkontribusi positif dalam masyarakat.
Penulis Nita Aulia Mazidah Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun






0 Tanggapan
Empty Comments