Pada Jumat (2/1/2026) Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebomas mengadakan pengajian Jumat siang dengan menghadirkan pemateri, H.Sugeng Santoso, dengan mengambil tema “Kenapa Ikhlas Itu Berat?”.
Suasana teduh, tidak terlalu panas maupun tidak hujan ba’da salat Jumat, ratusan ibu-ibu Aisyiyah Kebomas berkumpul di Rumah Tahfidz Aisyiyah-Kebomas Gresik menghadiri pengajian Jumat siang.
H.Sugeng Santoso, yang biasa dipanggil Pak Sugeng membuka materi dengan mengutip arti dari QS. al-Hasyr ayat 18.
“Wahai orangorang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Karena hari ini adalah hari kedua di tahun 2026, maka bisa menjadi momen untuk melaksanakan muhasabah dan refleksi.
Sugeng menjelaskan bahwa kita hidup di tiga hari, yakni pertama kemarin, kedua hari ini, dan ketiga esok. Maka sesuai yang dijelaskan dalam QS. al-Mulk ayat 2.
“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebh baik amalnya. Dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”
Selanjutnya, Sugeng masuk ke materi utama tentang ikhlas. Menurut Sugeng, ikhlas didefiniskan sebagai berikut:
- Memurnikan tujuan untuk mendekatkan pada Allah SWT
- Mengesakan Allah dalam beribadah
- Pembersih dari pamrih
- Membersihkan amal dari riya
- Merupakan pandangan makhluq
- Menghendaki keridhaan Allah
Sedangkan landasan ikhlas termaktub dalam tiga surat dalam al-Quran, yakni:
1. QS. Al-Bayyinah ayat 5
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”
2. QS. Al-Kahfi ayat 110
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.”
Allah menjelaskan bahwa dunia ini fana. Gemerlap dunia hanyalah untuk menguji manusia siapa di antara mereka yang terbaik amalnya.
3. QS. Az-Zumar ayat 2
“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memunikan ketaatan kepada-Nya”
Dan selanjutnya Sugeng menjelaskan bahwa ada 5 hal yang membuat ikhlas itu terasa berat, yakni:
- Kecintaan pada pujian dan pengakuan (Riya’)
- Tabiat manusia yang tamak dan cinta duniawi
- Tidak suka dicela atau dianggap tidak berhasil
- Ego dan kepentingan pribadi
- Sulit mengendalikan hati dan pikiran
Di akhir penyampaian materi, Sugeng menjelaskan lima hal untuk mengatasi beratya ikhlas yakni menyadari bahwa ikhlas itu sebuah kekuatan, fokus pada niat murni, melatih diri untuk menerima kritik, bersyukur dan sabar, serta meminta pertolongan kepada Allah agar diberi kekuatan untuk beramal dengan ikhlas.
Sugeng mendoakan agar semua jamaah pengajian Aisiyah Kebomas bisa menjadi insan yang ihklas, dan mati dalam kedaan Husnul Khotimah.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan ramah tamah menikmati jajanan khas Giri.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments