Pengajian Umum Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidoarjo digelar Ahad (30/11/2025) di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Cemengbakalan, wilayah barat Kabupaten Sidoarjo. Sekitar 200 anggota Aisyiyah dari berbagai ranting se-Kecamatan Sidoarjo hadir dalam kegiatan ini.
Jumlah peserta sedikit berkurang karena pada waktu yang sama beberapa ranting Muhammadiyah mengadakan pengajian Milad Muhammadiyah.
Suasana pengajian tampak berbeda dengan adanya pameran hasil Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA). Di bagian depan acara tersusun tanaman sayur dalam polybag dan kaleng bekas cat, mulai dari terong berbuah, cabai besar hijau, kenikir, hingga bayam brazil.
Selain itu, tomat ranum, cabai besar, cabai rawit, terong, dan kacang panjang juga dipamerkan dalam kemasan. Seluruh hasil panen tersebut merupakan karya ranting-ranting yang berhasil menjalankan program GLHA.

PCA Sidoarjo memberikan apresiasi berupa uang pembinaan kepada PRA Jati, PRA Pucang Anom, dan PRA Rangkah atas keberhasilan memanen hasil GLHA. Sementara itu, PRA Bluru menerima bantuan komposter dari hibah LLHPB PDA Sidoarjo sebagai dukungan pengembangan program lumbung hidup.
Kepala Desa Cemengbakalan dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan GLHA dan siap menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Sebagai petani yang sukses di wilayah tersebut, ia berharap program ini semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengajian juga dihadiri perwakilan Muslimat setempat. Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan buah dan sayur kemasan kepada para tamu. Adapun tanaman sayur dalam polybag diserahkan kepada pimpinan ranting yang belum memperoleh uang pembinaan.

Dengan tema “Membangun Militansi dan Spirit Kader Aisyiyah Menuju Loyalitas Ber-Aisyiyah”, kajian disampaikan Wakil Ketua PDM Sidoarjo, Dr. Taufik Churrahman, M.Ag., yang menekankan pentingnya peran kader dalam menjaga semangat dakwah dan pengabdian sosial.
Di akhir acara, tomat, cabai besar, dan cabai rawit menjadi rebutan jamaah yang antusias membawa pulang hasil panen. Harapannya, program GLHA semakin memasyarakat sehingga ketahanan pangan, kemandirian ekonomi keluarga, serta gaya hidup sehat berbasis sumber daya lokal dapat terwujud secara berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments