Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Perlis, Malaysia, secara konsisten menyelenggarakan Pengajian Pekanan Majelis Ilmu Nur al-Qalbi yang digelar sepekan sekali. Pengajian ilmiah ini berlangsung di Kampus Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan menghadirkan narasumber dengan kepakaran di bidangnya, yang dikontekstualisasikan dengan gagasan Islam Berkemajuan.
Pengajian perdana di bulan Januari 2026 ini menghadirkan Ustadz Assoc. Prof. Dr. H. Sohirin M. Solihin sebagai narasumber. Pakar pemikiran peradaban Islam yang telah berpengalaman berdakwah secara global selama puluhan tahun tersebut mengulas pentingnya pemahaman Islam dan wahyu Allah secara menyeluruh dalam kehidupan seorang muslim.
“Kita dapat melihat kondisi umat Islam hari ini. Ada yang ber-Islam secara keyakinan, namun belum tercermin dalam perilaku. Ada pula yang tampak dalam perilaku, tetapi lemah dalam keyakinan. Sejatinya, seorang muslim harus menjalankan keduanya secara utuh,” ungkapnya seraya mengutip QS Ali Imran ayat 110 tentang konsep khairu ummah (umat terbaik).
Pengajar senior di International Islamic University Malaysia (IIUM) yang juga pernah mengajar di sejumlah kampus ternama dunia, termasuk Universitas Oxford, Inggris, tersebut menegaskan pentingnya menjaga nilai tauhid dalam setiap aktivitas kader Muhammadiyah, termasuk dalam ranah akademik dan keilmuan.
Ia juga memotivasi sivitas akademika UMAM agar mampu melanjutkan jihad ilmiah para cendekiawan muslim terdahulu, seperti Imam asy-Syafi’i, Ibnu Batutah, hingga Muhammad Rasyid Ridha, melalui inovasi keilmuan yang berdampak bagi umat dan peradaban.
Salah seorang peserta kajian, H.M.I. el Hakim, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap agenda rutin tersebut. Mahasiswa Program Doktor Studi Islam UMAM yang juga kader Pemuda Muhammadiyah itu menegaskan pentingnya pengajian ini sebagai penguat ideologisasi kader.
“Majelis mulia ini perlu terus dirawat sebagai bentuk konkret menjaga ideologisasi Muhammadiyah yang bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah, terlebih dalam konteks internasionalisasi gerakan Islam Berkemajuan,” ujarnya.
Pengajian rutin yang diselenggarakan PRIM Perlis ini diikuti puluhan peserta, baik dari kader Muhammadiyah Perlis maupun sivitas akademika Universiti Muhammadiyah Malaysia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments