Suasana Subuh Ahad (2/11/2025) terasa begitu sejuk dan penuh keberkahan di TPQ Al Hikmah Babat Kecamatan Babat Lamongan. Jamaah dari berbagai usia berkumpul dalam kegiatan Pengajian Surga (Subuh Bersama Keluarga) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Babat Tengah, Babat, Lamongan
Pengajian kali ini menghadirkan Ustaz H. Ahmad Arif Rahman Saidi, S.E., M.H., Ketua PCM Babat, sebagai penceramah dengan tema “Tugas Orang Tua dalam Menyiapkan Generasi Sholeh dan Sholehah.”
Dalam tausiahnya, Ustaz Ahmad Arif mengingatkan bahwa tugas orang tua di era modern bukan hanya mencukupi kebutuhan materi anak, tetapi juga memastikan mereka tumbuh menjadi generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
“Kondisi masyarakat saat ini menuntut kita untuk lebih sigap menghadapi perubahan zaman. Orang tua harus menjadi benteng pertama dalam menjaga aqidah, akhlak, dan masa depan anak-anak,” tegas pengusaha sukses ini
Menanam Nilai Sejak Dini
Ustaz Ahmad Arif menjelaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Orang tua hendaknya mengenali bakat dan kecenderungan anak, lalu menuntunnya agar berkembang dalam nilai-nilai Islam.
Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan antara lain :
Pertama, Mengajak anak ke masjid. Dari masjid, ketenangan hidup dimulai. Anak yang dibiasakan mencintai masjid sejak kecil akan tumbuh dengan hati yang terpaut pada rumah Allah. Rasulullah Saw bersabda “Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya… di antaranya adalah seorang pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua, Mendoakan anak agar menjadi sholeh dan sholehah. Doa orang tua adalah senjata yang tak tertandingi. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mencontohkan doa yang agung “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.” (QS. Ibrahim: 40).
Ketiga, Memberikan makanan yang halal. Dari makanan yang halal lahir jiwa yang bersih dan hati yang lembut. Rasulullah Saw bersabda “Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka neraka lebih pantas baginya.” (HR. Tirmidzi).
Keempat, Memberikan keteladanan. Anak belajar lebih banyak dari apa yang dilihat, bukan sekadar yang didengar. Ustaz Ahmad Arif menegaskan, “Orang tua yang sukses bukan hanya yang anaknya bisa mengikuti jejaknya, tetapi yang anaknya bisa melampaui kebaikannya.”
Kelima, Perkaderan sejak dini melalui organisasi otonom. Muhammadiyah menyediakan wadah pembinaan seperti Hizbul Wathan, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Tapak Suci untuk membentuk karakter Islami sejak kecil.
Membangun Masa Depan Melalui Amal Usaha
Dalam kesempatan itu, beliau juga menyinggung pentingnya menyiapkan amal usaha yang lebih baik untuk masa depan umat. “Pembangunan MBS, pengembangan Rumah Sakit Muhammadiyah, dan pengamanan aset organisasi adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap generasi mendatang,” ujar Sekretaris Majelis Ekonomi PDM Lamongan
Beliau menutup tausiah dengan pesan penuh makna, “Tugas orang tua bukan hanya mendidik anak agar cerdas duniawi, tetapi juga menjaga mereka dari siksa api neraka sebagaimana firman Allah ‘Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…’ (Qs. At-Tahrim: 6).”
Pengajian Surga Subuh Bersama Keluarga ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen keluarga Muslim dalam fastabiqul khairat — berlomba-lomba dalam kebaikan. Ustaz Ahmad Arif mengajak seluruh jamaah menjadikan rumah tangga mereka sebagai “madrasah pertama” yang menumbuhkan cinta ilmu, ibadah, dan akhlak mulia.
“Dari masjid, ketenangan hidup dimulai. Dari keluarga, lahir generasi sholeh dan sholehah yang akan menjadi penerus perjuangan Islam dan Muhammadiyah,” pungkasnya.
Semoga pengajian ini menjadi penyemangat bagi keluarga Muslim Babat Tengah untuk terus berjuang menyiapkan generasi terbaik penerus dakwah dan peradaban. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments