Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumbersari, Jember, menggelar Pengajian Umum Ahad Ceria di Masjid Al Qalam Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Ahad (21/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Achmad Fatkhillah, Lc., MA sebagai penceramah dengan tema “Wahai Orang Tua, Jika Ingin Anakmu Saleh.”
Pengajian yang diikuti jamaah lintas usia tersebut berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Sejak awal tausiyahnya, Ustadz Achmad Fatkhillah mengajak hadirin untuk mensyukuri dua nikmat besar yang kerap dilalaikan manusia, yakni nikmat sehat dan waktu luang. Menurutnya, kedua nikmat itu semestinya dimanfaatkan untuk kebaikan, salah satunya dengan menghadiri majelis ilmu.
“Rasulullah mengingatkan bahwa ada dua nikmat yang sering dilalaikan manusia: sehat dan waktu luang. Jika waktu tidak kita paksa untuk kebaikan, maka Allah bisa menguji waktu itu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat,” ungkapnya.
Dalam ceramahnya, Ustadz Achmad menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk kesalehan anak. Ia menegaskan bahwa anak adalah amanah sekaligus ujian. Bahkan dalam Al-Qur’an, anak digambarkan dalam beberapa posisi, mulai dari ujian, perhiasan dunia, hingga berpotensi menjadi musuh apabila tidak dididik dengan benar.
Ia mengutip firman Allah yang memperingatkan orang-orang beriman bahwa sebagian pasangan dan anak-anak dapat menjadi musuh.
“Ini peringatan bagi orang beriman, bukan bagi orang yang tidak salat. Artinya, orang yang rajin ibadah pun tetap bisa diuji melalui anaknya jika lalai dalam pendidikan,” tegasnya.
Ustadz Achmad juga menyinggung fenomena sosial yang belakangan viral, seperti anak yang berani melawan orang tua karena tuntutan gaya hidup. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi alarm keras bagi orang tua agar tidak abai menanamkan nilai-nilai agama sejak dini.
Ia kemudian menjelaskan empat gambaran anak dalam Al-Qur’an. Pertama, anak bisa menjadi musuh. Kedua, anak sebagai ujian. Ketiga, anak sebagai perhiasan dunia. Keempat, anak sebagai qurrata a’yun—penyejuk mata—yang menjadi harapan setiap orang tua.
“Qurrata a’yun itu bukan hanya sukses duniawi atau sekadar taat ibadah, tetapi keseimbangan. Dunianya dapat, akhiratnya juga dapat,” jelasnya.
Salah satu penekanan utama dalam pengajian tersebut adalah pentingnya mensalihkan diri sebelum menuntut anak menjadi saleh. Menurutnya, kesalehan orang tua memiliki dampak jangka panjang yang luar biasa, bahkan hingga ke generasi berikutnya.
Ia mencontohkan kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa dalam Surah Al-Kahfi, ketika sebuah rumah hampir roboh ditegakkan kembali demi menjaga harta anak yatim.
“Allah menjaga anak yatim itu karena orang tuanya adalah orang saleh. Bahkan sebagian mufasir menyebutkan bahwa kesalehan itu berasal dari leluhur beberapa generasi sebelumnya,” paparnya.
Ustadz Achmad menegaskan bahwa orang tua sering kali tidak langsung melihat hasil dari kesalehan dan pendidikan yang ditanamkan. Namun dampaknya akan terus mengalir, tidak hanya kepada anak, tetapi juga cucu dan cicit.
Selain kesalehan pribadi, ia juga menekankan kekuatan doa orang tua. Doa orang tua disebutnya sebagai doa yang mustajab dan tidak boleh ditinggalkan. Ia mencontohkan doa Nabi Ibrahim agar anak cucunya menjadi orang-orang yang menegakkan salat.
“Kalau salat anak terjaga, insyaallah yang lain ikut terjaga. Salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar,” ujarnya.
Tak kalah penting, Ustadz Achmad mengingatkan para orang tua—khususnya para ayah—agar memperhatikan kehalalan rezeki yang diberikan kepada keluarga. Mengutip hadis Rasulullah, ia menjelaskan bahwa doa bisa tertolak karena makanan, minuman, dan harta yang berasal dari yang haram.
“Jika kita ingin doa untuk anak dikabulkan, maka pastikan yang kita berikan kepada keluarga adalah halalan thayyiban,” pesannya.
Pengajian Umum Ahad Ceria ini menjadi ruang refleksi bersama bagi jamaah tentang besarnya peran orang tua dalam membentuk generasi saleh. PCM Sumbersari berharap kegiatan semacam ini terus menjadi penguat dakwah dan pembinaan umat, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan anak di era modern. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments