
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gedeg, Mojokerto, menggelar Pengajian Umum Ahad Fajar (PUAF) pada Ahad (1/6/2025) di Lapangan MI Muhammadiyah Gedeg, Mojokerto.
Pengajian ini rutin dilaksanakan setiap hari Ahad pada pekan pertama setiap bulan, dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat spiritual di awal hari dan awal pekan. Diharapkan para peserta dapat memulai aktivitas mingguan mereka dengan semangat ibadah dan kebaikan.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta, yang terdiri atas Ketua PCM Gedeg, Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gedeg, Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Gedeg, Kepala Sekolah TK ABA ‘Aisyiyah Gedeg, warga Muhammadiyah Cabang Gedeg, serta masyarakat sekitar lingkungan sekolah.
Acara yang dipandu oleh Panitia PUAF, Moh Immaduddin Irwansyah SPdI ini menghadirkan pemateri yang sangat istimewa, yakni Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Munahar SHi MPd.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi dengan tema “Menguji Takwa Pasca 3 Bulan Ramadan.” Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain bahwa takwa memiliki dua sisi yakni nilai positif dan negatif.
Menurutnya, nilai negatif dari seseorang yang tidak menjaga ketakwaannya antara lain:
1. Sikap suka menonjolkan diri, yang justru akan menyengsarakan dirinya sendiri karena menimbulkan tekanan batin dan menjauhkan dari keikhlasan.
2. Mudah marah, yang menyebabkan hidup tidak bahagia. Ketika menghadapi orang yang marah, sebaiknya tidak dibalas dengan kemarahan juga, karena hal itu hanya akan menimbulkan permusuhan dan memunculkan rasa takut.
Sementara itu, nilai positif dari ketakwaan mencakup:
1. Mau menerima masukan, sebagai wujud sikap rendah hati dan keinginan untuk terus memperbaiki diri.
2. Mau bersosialisasi, yakni mampu berbaur dan berinteraksi dengan baik di tengah masyarakat, tidak menutup diri atau eksklusif.
“Seorang pemimpin harus memiliki sikap terbuka terhadap kritik dan mampu bersosialisasi dengan baik. Selain itu, apabila seseorang memiliki nilai-nilai positif dalam ketakwaannya, maka hidupnya akan lebih bahagia,” ujar Munahar.
Sementara itu, salah satu jamaah berharap kegiatan pengajian seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan konsisten, dengan tema-tema yang relevan serta menghadirkan pembicara yang inspiratif.
“Jika memungkinkan, alangkah baiknya jika pengajian ke depan juga dilengkapi dengan sesi diskusi singkat atau tanya jawab, agar peserta dapat lebih aktif dan terlibat. Semoga Allah senantiasa memberkahi seluruh panitia, pemateri, dan para jamaah. Teruslah istiqamah dalam berdakwah dan membina umat,” ungkapnya.
Pengajian ditutup oleh pembawa acara dengan harapan agar materi yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Penulis Laili Khoiriyana Hernanda Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments