
PWMU.CO – Sebagai bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik mengadakan kegiatan sablon kreatif menggunakan teknik Direct to Film (DTF) pada Jumat (9/5/2025). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IV Arunika dan Pancarona.
Sejak pagi, meski cuaca mendung dan udara terasa sejuk, siswa tetap bersemangat mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 09.30 hingga 10.45 WIB. Mereka melaksanakan tugas P5 ini dengan antusias dan semangat.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Bellah Lasyah Melinda SPd menjelaskan bahwa kegiatan P5 dalam Kurikulum Merdeka ini bisa dilaksanakan dua kali, yakni di semester satu dan dua sebagai upaya memperkuat karakter dan kompetensi siswa.
“P5 ini bagian dari Kurikulum Merdeka. Proyeknya disesuaikan dengan tema dan fase masing-masing kelas,” ujarnya.
Dalam proyek kali ini, siswa diajarkan teknik sablon DTF sederhana menggunakan setrika. Teknik ini mencetak gambar pada kertas transfer film dengan tinta khusus yang kemudian akan menghasilkan gambar berkualitas tinggi dan efisien untuk produksi skala kecil.
Berikut langkah-langkah sablon DTF menggunakan setrika yang dipraktikkan siswa:
1. Baju diletakkan di tempat datar, permukaan kain dirapikan dengan setrika.
2. Setrika dipanaskan terlebih dahulu.
3. Transfer film diletakkan di atas baju, kemudian disetrika merata selama 20-25 detik.
4. Setelah itu, baju didiamkan hingga dingin.
5. Sablon dikupas secara perlahan saat dingin.
6. Tahap akhir, baju disetrika kembali dengan lapisan kertas HVS selama 15-20 detik untuk hasil maksimal.

Salah satu Guru SD Muri, Nurul Istiqomah SPd menjelaskan tahapan dengan sederhana sehingga siswa bisa langsung mempraktikkannya secara mandiri. Hasilnya, para siswa merasa bangga dan puas. Mereka pun mendokumentasikan hasil karya bersama di kelas masing-masing.
“Siswa terlihat sangat senang karena bisa menyablon sendiri. Kegiatan ini dapat melatih keterampilan, kesabaran, dan kemandirian mereka,” ungkap Nurul.
Salah satu siswa, Muhammad Rafardhan Azka Pratama, mengaku awalnya takut memegang setrika. Namun, setelah praktik, ia berhasil menyablon sendiri kaosnya dan merasa lebih percaya diri.
“Terlihat dari wajah-wajah siswa yang ceria dan gembira saat hasil sablon mereka selesai. Ini menjadi bukti keberhasilan kegiatan P5 hari ini,” kata Bellah.
Ke depan, pihak sekolah berharap proyek P5 bisa terus berkembang ke level yang lebih menantang dan inovatif.
Penulis Erna Hamidah Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments