Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengawas Kemenag Apresiasi Kegiatan Keagamaan SMA Muha Genteng

Iklan Landscape Smamda
Pengawas Kemenag Apresiasi Kegiatan Keagamaan SMA Muha Genteng
Kehadiran Pengawas Kemenag Banyuwangi disambut oleh kepala Sekolah dan guru PAI SMA Muha Genteng. Foto: Alib/PWMU.CO
pwmu.co -

Pengawas Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, M. Abdul Wahid, M.Pd.I, mengunjungi SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Selasa (27/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan rasa bangga sekaligus dukungan atas pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa yang berlangsung secara istikamah.

Kehadiran M. Abdul Wahid disambut langsung oleh Kepala SMA Muha Genteng, Ani Sudarmi, M.Pd. Setelah berbincang singkat di ruang tamu kepala sekolah, pengawas Kemenag melanjutkan pembinaan bersama tiga guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula informasi terkait perangkat pembelajaran serta pendataan guru PAI yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui jalur Kemenag, khususnya bagi yang telah memenuhi persyaratan.

Rutinitas Kegiatan Keagamaan

Dalam rangka pembinaan, Abdul Wahid menanyakan berbagai hal terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan peserta didik. Menanggapi hal tersebut, Ahmad Khairudin, S.Pd, guru PAI kelas XI, menjelaskan bahwa pembelajaran di kelas dimulai pukul 07.00 WIB.

Namun demikian, seluruh siswa diwajibkan hadir di sekolah sebelum pukul 06.30 WIB. Hal ini karena pada waktu tersebut dilaksanakan kegiatan keagamaan yang diawali dengan salat duha, kemudian dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) oleh siswa secara bergiliran dari kelas X hingga kelas XII.

“Setiap kelas mengirimkan tiga siswa sebagai petugas, yakni pembawa acara, pembaca ayat Al-Qur’an, dan penyampai kultum,” jelas Khairudin.

Ia menambahkan, setelah kegiatan di masjid selesai, lima menit sebelum pembelajaran dimulai seluruh siswa sudah berada di kelas untuk membaca Al-Qur’an bersama. Kegiatan tersebut dipandu melalui sentral informasi sekolah dengan pemandu dari siswa ekstrakurikuler tahfiz.

Penjelasan tersebut diperkuat oleh Mochamad Ichwan, S.H.I, guru PAI kelas X. Ia menyampaikan bahwa selain rutinitas salat duha, pelaksanaan salat Jumat juga sepenuhnya melibatkan siswa.

“Petugas muazin, khatib, dan imam salat Jumat seluruhnya dari siswa. Untuk khatib, tidak digilir per kelas, tetapi ditunjuk oleh guru PAI dan sebelumnya diberikan pembinaan,” terangnya.

Mendengar paparan tersebut, wajah M. Abdul Wahid tampak sumringah. Ia mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh atas upaya sekolah dalam membiasakan kegiatan keagamaan kepada peserta didik.

Sebelum berpamitan sekitar pukul 10.00 WIB, ia berpesan kepada para guru PAI agar terus mengikuti perkembangan teknologi informasi.

“Sekarang era digital. Banyak sumber dan media pembelajaran PAI tersedia di internet. Guru jangan sampai tertinggal dari peserta didik,” pesannya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu