SMP Muhammadiyah 13 Kalen melaksanakan kegiatan Pengembangan Diri pada Senin (2/2/2026), sebagai bagian dari implementasi perubahan kurikulum pembelajaran di awal bulan Februari.
Kegiatan ini dilaksanakan setelah siswa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama satu minggu penuh pada minggu pertama. Program pengembangan diri tersebut difokuskan pada edukasi pembuatan pupuk kompos yang dibimbing langsung oleh Ibu Ellys Luthfi A, S.Pd, guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kegiatan pengembangan diri ini dilaksanakan di lingkungan SMP Muhammadiyah 13 Kalen dan diikuti oleh seluruh siswa sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sekolah. Perubahan pola pembelajaran ini merupakan kebijakan baru sekolah, di mana pada minggu pertama dan minggu ketiga siswa mengikuti kegiatan pengembangan diri atau ekstrakurikuler, sedangkan minggu kedua dan minggu keempat difokuskan pada KBM di dalam kelas.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih variatif dan tidak monoton.
Dalam kegiatan pengembangan diri kali ini, siswa diberikan edukasi tentang pembuatan pupuk kompos sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik dan kepedulian terhadap lingkungan. Sebelum kegiatan praktik dimulai, Ibu Ellys Luthfi A, S.Pd menyampaikan materi pengantar mengenai pengertian pupuk kompos, manfaatnya bagi kesuburan tanah, serta pentingnya pemanfaatan limbah organik sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan.
“Pembuatan pupuk kompos merupakan salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus mengurangi limbah organik. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami konsep IPA secara nyata dan aplikatif,” jelas Ibu Ellys Luthfi A, S.Pd dalam penyampaian materinya.
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk kompos antara lain kotoran sapi atau ternak yang telah kering, tanah, abu sisa pembakaran, dan dedak kasar padi. Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar serta memiliki kandungan yang mendukung proses pengomposan. Seluruh bahan telah dipersiapkan sebelumnya sesuai dengan arahan pembina kegiatan.

Dalam pelaksanaan praktik, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Setiap kelompok bertugas mencampurkan bahan-bahan pupuk kompos sesuai dengan takaran dan tahapan yang telah dijelaskan. Proses pencampuran dilakukan secara bertahap, dimulai dari kotoran sapi kering sebagai bahan utama, kemudian ditambahkan tanah, abu sisa pembakaran, dan dedak padi hingga tercampur secara merata.
Selama kegiatan berlangsung, Ibu Ellys Luthfi A, S.Pd melakukan pendampingan dan pengawasan secara langsung guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur. Selain memberikan arahan teknis, pembina kegiatan juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, serta tanggung jawab kepada peserta didik.
Kepala SMP Muhammadiyah 13 Kalen, Bapak Imamul Barri, S.E., S.Pd, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pengembangan diri berupa edukasi pembuatan pupuk kompos tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembelajaran kontekstual yang selaras dengan kebutuhan peserta didik.
“Kegiatan pengembangan diri ini kami rancang agar siswa tidak hanya menerima materi secara teori di kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi pembuatan pupuk kompos ini sangat relevan dengan upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ungkap Bapak Imamul Barri.
Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan pengembangan diri seperti ini dapat membentuk karakter siswa yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, kegiatan edukatif berbasis praktik diharapkan dapat menjadi budaya positif di lingkungan sekolah dan mendukung terciptanya sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.
Melalui kegiatan pengembangan diri edukasi pembuatan pupuk kompos ini, SMP Muhammadiyah 13 Kalen menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual, sehingga peserta didik mampu mengembangkan potensi diri sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar.





0 Tanggapan
Empty Comments