Kajian dan Konsolidasi Muhammadiyah Kabupaten Kediri diselenggarakan pada Ahad, (11/1/2026), bertempat di Pondok Pesantren Muhammadiyah Modern Boarding School (MMBS) PCM Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ideologi, spiritualitas, serta konsolidasi organisasi Muhammadiyah di tingkat daerah, dengan dihadiri pimpinan persyarikatan, unsur ortom, dan warga Muhammadiyah se-Kabupaten Kediri.
Kajian Konsolidasi PCM se kabupaten Kediri menghadirkan salah seorang ketua PP Muhammadiyah Dr. KH. Muhammad Saad Ibrahim, M.A., S.H., D.H. Dalam pemaparannya, Saad Ibrahim menekankan pentingnya kesadaran usia dan waktu sebagai amanah Allah SWT.
Menurutnya, generasi muda perlu memanfaatkan masa produktif dengan sebaik-baiknya, sementara generasi tua menjadi teladan melalui pengalaman dan kebijaksanaan hidup.
Organisasi yang Sehat
Saad Ibrahim mengulas Surat Asy-Syu’ara ayat 79–80 yang menegaskan Allah SWT sebagai sumber rezeki dan kesembuhan. Ayat “Wa alladzi huwa yuth’imuni wa yasqin” dan “Wa izaa maridtu fa huwa yasyfi” menunjukkan bahwa seluruh kehidupan manusia—mulai dari makan, minum, hingga proses penyembuhan penyakit jasmani dan rohani—berada dalam kuasa Allah.
Konsep syifa dalam Al-Qur’an dipahami tidak hanya sebagai penyembuhan fisik, tetapi juga terapi spiritual yang menenangkan jiwa, memperkuat ketahanan mental, serta menumbuhkan rasa aman melalui keyakinan “La tahzan innallaha ma’ana”.
Lebih lanjut, Saad Ibrahim mengaitkan konsep kesehatan tubuh dengan kesehatan organisasi, bahwa organisasi yang sehat memerlukan keseimbangan peran, kesadaran kolektif, serta komitmen bersama dalam menjalankan amanah persyarikatan.
Dengan analogi proses penciptaan manusia melalui perjuangan spermatozoa menuju ovum, KH. Saad Ibrahim menegaskan bahwa setiap manusia adalah makhluk pilihan yang memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupan.
Kajian berlangsung dalam suasana khidmat namun komunikatif, diselingi humor ringan yang mencairkan suasana, sekaligus menegaskan bahwa setiap jamaah memiliki cara masing-masing dalam menyerap ilmu dari majelis kajian. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments