
PWMU.CO – Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) merupakan wadah untuk komunitas pendidik KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal yang berada dalam naungan Majelis Paud Dasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah Candi, mengadakan acara penguatan ideologi selama 2 hari yaitu Kamis-Jumat (19-20/06/2025) bertempat di Villa Bagus, Kabupaten Batu.
Pelatihan dengan tema “Penguatan Ideologi Muhammadiyah dalam Penerapan Pembelajaran di Lembaga Aisyiyah“, diikuti oleh 58 kepala sekolah dan guru dari 8 sekolah TK Aisyiyah se-Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Ketua panitia pelaksana, Kustiningsih SPd, menyampaikan tujuan pelatihan ini. Pertama, peserta bisa menjadi pendidik yang berghirah, memiliki ruh Muhammadiyah (spirit), serta mempunyai integritas dan kompetensi untuk berperan dalam Persyarikatan, kehidupan umat, dinamika bangsa, dan konteks global.
Kedua, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang benar terhadap ideologi Muhammadiyah, yang dapat diterapkan dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari. Ketiga, peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan Aisyiyah.
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Candi dalam pelatihan ini mengingatkan kembali ciri utama gerakan Muhammadiyah, “Muhammadiyah adalah gerakan Islam dakwah, gerakan amar ma’ruf nahi mungkar, dan gerakan tajdid,” jelasnya.
Selanjutnya, beliau menyampaikan visi TK/PAUD Aisyiyah Abad 21, yaitu terbentuknya tunas insan pembelajar yang bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, cakap, kreatif, dan peduli.
“Agar visi tersebut tercapai maka para pendidik di TK Aisyiyah harus memahami misi TK/PAUD,” lanjutnya. Pertama, menumbuhkan semangat cinta belajar pada anak. Kedua, menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia. Ketiga, membiasakan anak beribadah sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah.
Keempat, mendidik anak secara optimal sesuai dengan perkembangan usia anak dengan mengembangkan kemandirian, kecakapan, dan kreativitas. Kelima, membiasakan anak untuk bersikap peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Pelatihan ini tidak hanya berisi pemberian materi secara teoritis, tetapi juga dilaksanakan penilaian praktik berwudhu dan gerakan serta bacaan salat, agar dipastikan setiap pendidik di lingkungan Aisyiyah ibadahnya sudah sesuai dengan manhaj tarjih. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan identitas ideologis pendidik Aisyiyah, sehingga mampu menjadi role model dalam membentuk generasi usia dini yang unggul dan berkarakter Islami.
Selain itu, pelatihan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah antarpendidik Aisyiyah se-Kecamatan Candi. Dengan kebersamaan yang terbangun dalam suasana pelatihan, diharapkan muncul semangat kolaborasi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan selaras dengan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah-Aisyiyah di ranah pendidikan anak usia dini. (*)
Penulis Yekti Pitoyo Editor M Tanwirul Huda







0 Tanggapan
Empty Comments