Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Penguatan Qoryah Thoyyibah, Wujud Perempuan Berkemajuan di Musypimcab I PCA Cerme

Iklan Landscape Smamda
Penguatan Qoryah Thoyyibah, Wujud Perempuan Berkemajuan di Musypimcab I PCA Cerme
Pemberian rompi oleh PCM Cerme kepada ibu-ibu Pimpinan Harian PCA Cerme, Ahad (21/12/2025). (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Cerme sukses melaksanakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) 1 yang dilaksanakan di Gedung Aula K.H. Ahmad Dahlan SMP Muhammadiyah 7 Gresik (21/12/2025).

Acara ini ikut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik, Innik Hikmatin S.Pd,. M.Pd.I. Dalam sambutannya, Innik Himatin menerangkan bahwa PCA Cerme merupakan salah satu dari 4 cabang yang telah dipilih oleh PDA Gresik untuk menjadi Kawasan Qoryah Thoyyibah.

“Maka dari masing-masing ranting di Cerme ini selanjutnya akan dipilih mana yang merupakan kawasan Qoryah Thoyyibah. Yang intinya bahwa di ranting tersebut semua elemen kehidupan menunjukkan nuansa kehidupan yang islami,” ungkap Innik.

Sebelum memberikan sambutan, acara terlebih dahulu diawali dengan pemberian rompi oleh PCM Cerme kepada PDA Gresik.

Dalam sambutannya Innik Hikmatin menerangkan rompi dengan warna coklat muda itu merupakan simbol perlindungan dan dukungan PCM Cerme kepada perempuan-perempuan Tangguh, ibu-ibu ‘Aisyiyah dalam mewujudkan perempuan berkemajuan.

Sebagai muqoddimah, Innik Hikmatin menerangkan firman Allah dalam al-Quran surat Thaha ayat 25-28 beserta artinya.

Lalu disambung dengan surat as-Shaff ayat 10-11, keduanya sebagai bentuk motivasi untuk berjuang dijalan Allah SWT dengan segenap jiwa dan raga. Karena pada dasarnya setiap manusia wajib berusaha untuk menciptakan masyarakat adil dan Makmur.

Berjalan secara bersama-sama dalam satu gerakan ‘Aisyiyah sebagaimana yang tercanyum dalam halaman 2 AD-ART ‘Aisyiyah.

Selanjutnya Innik memberikan penguatan program Qoryah Thoyyibah. Program ini mencangkup beberapa aspek kehidupan: Pendidikan, pemanfaatan lahan sempit atau perkarangan sebagai lahan pertanian organik, keluarga tentang gizi dan pola makanan sehat, serta dalam ramah keluarga sakinah yang sehat.

Pentingnya prinsip pemberdayaan dan keberlanjutan, dimana program ini nantinya akan memberikan dampak perubahan pada kehidupan sehari-hari warga Cerme. Baik secara Pendidikan, dimana angka anak yang melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi semakin bertambah.

Menjalin kerjasama yang baik dengan perguruan tinggi Muhammadiyah keterkaitan dengan program beasiswa dapat menjadi jalan alternatif yang bisa dilakukan oleh PCA dan PCM setempat.

Selain itu juga perlu perhatian khusus dalam penanganan anak Disabilitas. PDA dengan program Gerakan ‘Aisyiyah Layani Anak Disabilitas (GALA Disabilitas) dan Gerakan Cinta Anak Tanpa Diskriminasi (Gantari) membuka lebar pintu kerja sama yang masif ke seluruh PCA.

Dengan kedua program bertujuan agar seluruh anak Disabilitas di PCA Se-Kabuupten Gresik dapat tertangani secara optimal.

“Kita ingat bahwa program Aisyiyah ada tentang disabilitas, dan Gantari yang dilaksanakan oleh PAUDasmen Cerme juga luar bisa,” ungkap Innik.

Yang kedua dalam aspek kesehatan, perlunya peluncuran program pos yandu lansia sakinah sehat. Dengan tujuan penguatan lahir batin hingga menjelang akhir hayat. Kondisi yang bahagia dan penguatan diri inilah yang menjadi pembeda dengan layanan pos yandu ditempat lain.

Kemudian dalam aspek keluarga sakinah, Tarbiyatul Mar’ah yang juga ikut dalam peningkatan pengetahun mengenai peran perempuan dalam persoalan gizi anak, khususnya saat melahirkan.

Dengan pedoman New Stunting pada balita, maka sudah sewajarnya ‘Aisyiyah yang juga ikut bekerja sama dengan Pengadilan Agama dalam mengurangi angka pernikahan di bawah umur.

Dengan demikian perempuan siap menikah dibekali dengan ilmu yang cukup tentang gizi anak khususnya dan gizi keluarga umumnya.

Perlunya mengadakan MoU dengan dinas lingkungan hidup untuk menjelaskan informasi pemanfaatan lahan terbatas.

Pemanfaat dan pemberdayaan lahan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Bisa dengan penanaman Tanaman obat keluarga (Toga) atau tamanan buah dan sayur.

Sambutan ditutup dengan refleksi pesan KH. Ahmad Dahlan mengenai implementasi surat al-Ashr. Keterkaitan dengan kedisipilinan dan pemanfaatan waktu dalam berkegiatan.

“.. dalam hal ini PCM sudah melaksanakan implemetasi ini, dengan pemberian kalender bagi 5 peserta yang datang tepat waktu,” ungkap Innik.

“Pemikiran warga Muhammadiyah haruslah Bayani, Burhani, dan Irfani. Maka hal ini menjadi bukti dalam mendorong warganya untuk disiplin waktu,” lanjutnya kemudian.

Lalu yang terakhir mengenai perempuan berkemajuan, Ada 5 karakter dalam mewujudkan peran perempuan berkemajuan, yaitu semangat menuntut ilmu, menjaga martabat, berakhlakul karimah, menjalin komunikasi yang baik, menguatkan fitrah wanita sebagai ibu “peradaban”.

Sebuah pantun istimewa dipersembahkan ketua PDA dengan penuh semangat sebagai penutup sambutannya,

Pergi ke cerme membeli ikan
Singgah sejenak di Morowudi
Perempuan berkemajuan jadi cermin
Mewujudkan Qoryah Thoyyibah dengan mengabdi.

Menjadi perempuan berkemajuan memang tidak semudah itu, haruslah diingat sebagai “ibu peradaban” ‘Aisyiyah ikut berjuang dalam melahirkan dan membimbing ketercapaian masyarakat yang baik. Sehingga nantinya program Qoryah Thoyyibah ini semakin meluas dan bermanfaat secara umum.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu