Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Penjemuran Padi Otomatis Ciptaan Mahasiswa Ini Dapat Medali Emas, Begini Cara Kerjanya

Iklan Landscape Smamda
Penjemuran Padi Otomatis Ciptaan Mahasiswa Ini Dapat Medali Emas, Begini Cara Kerjanya
pwmu.co -
Mahasiswa dan dosen UAD Yogyakarta jumpa pers ESI Abu Dhabi. (Affan/PWMU.CO)

PWMU.CO– Roof Covering Prototype of Grain atau atap otomatis penjemuran padi buatan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mendapat medali emas dalam Expo Sciences International (ESI) 2019 di Abu Dhabi,

Demikian disampaikan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD Dr Dedi Pramono MHum di Kampus 1 Umbulharjo, Jumat (4/10/2019).

Dedi menjelaskan, mahasiswa yang dikirim ke ekspo itu adalah  Mar’atul Husna (Teknik Kimia), Ponco Sukaswanto (Teknik Elektro), Ahmad Yogaswara (Teknik Elektro) dan Yenny Rahmawati (Teknik Elektro) dengan dosen pembimbing Anton Yudhana ST MT PhD.

Dijelaskan, Roof Covering Prototype of Grain (RCP-Grain) untuk membantu petani dalam proses penjemuran padi dan meningkatkan mutu gabah sebelum digiling jadi beras. 

Salah satu mahasiswa Yenny Rahmawati menjelaskan, alat ini mengubah sistem pengeringan gabah dari tradisional ke modern. ”Modernnya alat ini karena RCP-Grain dilengkapi dengan sensor kelembaban sehingga dapat mengukur kelembaban gabah,” ujarnya.

Juga ada sensor hujan, sambungnya, sehingga ketika hujan turun atap akan tertutup secara otomatis sehingga gabah tetap aman. Jadi pengeringan tetap mengandalkan matahari tapi tidak dilakukan secara manual tapi otomatisasi tempat penjemuran.

RCP-Grain ini dipasangi modul Wifi yang tersambung dengan aplikasi di smartphone. Petani dapat memantau kelembaban gabah lewat smartphone. Ketika hujan tiba RCP-Grain akan mengirimkan notifikasi ke smartphone. Jadi alat ini berbasis IOT (Internet of Things) 

”Alhamdulillah, dengan ide kreatif dan inovasi dari mahasiswa Teknik Elektro UAD dalam ajang ESI itu bisa menginspirasi mahasiswa untuk berprestasi,” tambah Anton Yudhana, dosen pembimbing.

Disampaikan Anton, mahasiswa yang mengikuti kompetisi itu berhasil membuktikan prestasinya di kancah internasional yang tergabung dalam Indonesian Young Scientist Association (IYSA) pada ESI 2019.

Anton Yudhana, menjelaskan, tujuan ikut lomba itu adalah mengenalkan karya-karya teknik untuk agrikultur dan pertanian. (*)

Penulis Affan Safani Adham  Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu