Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pentingnya Memetakan Inisiatif Strategis untuk Membuat School Climate Survey

Iklan Landscape Smamda
Pentingnya Memetakan Inisiatif Strategis untuk Membuat School Climate Survey
pwmu.co -
Muhammad Tarmizi bin Abdul Wahid (baris belakang, tengah) bersama peserta pelatihan. (Rofiq/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kepala sekolah, guru, dan karyawan memainkan peran kunci dalam berkontribusi terhadap iklim sekolah yang positif.

Trainer Irsyad Trust Singapore Muhammad Tarmizi bin Abdul Wahid menjelaskan pentingnya pimpinan sekolah melakukan pemetaan sebelum membuat School Climate Survey (Survei Iklim Sekolah), Rabu (26/9/18).

Kegiatan Training  of Trainer (ToT) Education Leader Modul 2 yang diadakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tersebut bertempat di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo selama 3 hari, Senin-Rabu (24-26/9/18).

Survei iklim sekolah ini, kata Tarmizi, untuk mengetahui persepsi guru dan karyawan terhadap lingkungan sekolah, kepuasan, motivasi, dan kepemimpinan kepala sekolah yang memengaruhi iklim sekolah.

The school climate survey conducted on a regular basis can help schools to make informed planning decisions about programs,” ungkapnya bahwa survei iklim sekolah yang dilakukan secara teratur dapat membantu sekolah untuk membuat keputusan perencanaan yang terinformasi tentang suatu program.

Selain itu, lanjutnya, dapat menentukan efektivitas program sekolah secara berkelanjutan. “It can also determine the effectiveness of their programs on an ongoing basis. Then build and sustain a positive school climate,” jelas Tarmizi. Hal ini dapat membangun dan mempertahankan iklim sekolah yang positif.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Suasana presentasi hasil FGD dalam ToT Education Leader Modul 2. (Huda/PWMU.CO)

Sebelum merumuskan dan menyusun School Climate Survey, seorang pemimpin perlu menganalisis masalah-masalah dan menemukan solusinya. Hal ini, menurut Tarmizi, supaya survey yang dilakukan lebih terarah dan fokus.

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi mengajak peserta menemukan tiga saja masalah kunci dan penyelesaiannya, serta bagaimana rencana aksinya. “Each group discusses one aspect of a strategic initiative that includes problems, solutions, and road maps,” kata dia.

Aspek-aspek inisiatif strategis yang didiskusikan dalam Focus Group Discussion (FGD) meliputi sistem, kurikulum, komunikasi, kesejahteraan, dan pelatihan. “Participants must also make road maps that include steps or action plans from the 1st month to the 4th month,” jelasnya meminta peserta membuat langkah-langkah atau rencana tindakan yang akan dilakukan mulai bulan pertama hingga keempat.

Tarmizi berharap, sekolah Muhammadiyah bisa lebih maju dan berkembang jika iklim sekolahnya semakin baik karena inisiatif strategis yang dilakukan fokus. “I’m sure Muhammadiyah schools can be more advanced and developed if the school climate is getting better because of the strategic initiatives undertaken focus,” ungkapnya. (Vita)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu