Masjid Asy Syakirin Dusun Blangkon, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu malam, (20/9/2025). Pengajian ini menghadirkan Ustadz Abdul Latief, SH, MPdI, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, yang juga dikenal aktif di bidang dakwah khusus.
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Latief menegaskan pentingnya umat Islam meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengutip beberapa ayat al Quran, di antaranya Surat Al-Fath ayat 29 yang menggambarkan sifat para pengikut Nabi Muhammad.
Mereka bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, namun penuh kasih sayang sesama mukmin. Dalam ayat itu pula dijelaskan bahwa tanda-tanda keimanan tampak di wajah mereka karena sering rukuk dan sujud, mencari ridha Allah SWT.
“Allah menjanjikan ampunan dan pahala besar bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Inilah janji Allah yang seharusnya membuat kita semakin mantap dalam beribadah,” jelasnya.
Pentingnya Ukhuwah Islamiyah
Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah dengan Surat Al-Baqarah ayat 120, Surat Al-Hujurat ayat 10, Surat Al-Ankabut ayat 45, serta Ali Imran ayat 104, yang menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah, salat sebagai benteng dari perbuatan keji, dan kewajiban mengajak kepada kebaikan.
Dalam penjelasannya, Ustadz Abdul Latief menyinggung tentang makna toleransi dalam Islam. Ia menegaskan bahwa toleransi bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan menghormati pemeluk agama lain tanpa mengikuti syariat mereka.
“Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan. Beliau tegas menjaga tauhid, namun tetap memberikan ruang hidup berdampingan secara damai dengan umat lain,” ujarnya.
Ustadz Abdul Latief juga menyinggung perjalanan para nabi, mulai dari Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad SAW, yang menghadapi berbagai tantangan dan tekanan dari kaumnya. Namun, dengan kesabaran dan pertolongan Allah, mereka mampu melewati cobaan dan menjadi teladan bagi umat manusia.
Pengajian yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan. Melalui peringatan Maulid Nabi, jamaah diingatkan kembali untuk memperkuat iman, meningkatkan amal saleh, serta meneladani sikap Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah dalam kehidupan bermasyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments