Dalam upaya menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta kecintaan terhadap budaya bangsa, MA Muhammadiyah 4 (MAM 4 Karisma) Beton, Siman, Ponorogo, menggelar kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Kreasi Pangan Nusantara” pada Sabtu (4/10/2025).
Suasana madrasah pagi itu terasa berbeda. Di setiap sudut tampak kesibukan para siswa yang penuh semangat menyiapkan aneka olahan khas daerah.
Dari aroma bumbu rempah hingga tampilan hidangan yang menggugah selera, semuanya merupakan hasil kreasi tangan mereka sendiri. Setiap kelompok menampilkan menu tradisional berbahan pangan lokal, disajikan dengan sentuhan modern namun tetap menjaga cita rasa asli Nusantara.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar memasak, tetapi juga menjadi bentuk pembelajaran nyata yang terintegrasi dengan mata pelajaran Prakarya.
Melalui pendekatan deep learning, siswa tidak hanya belajar teori tentang asal-usul pangan Nusantara, nilai gizi, dan teknik pengolahan, tetapi juga mengalami langsung prosesnya. Kegiatan dimulai dari perencanaan, kerja sama tim, hingga penyajian hasil akhir. Di sanalah nilai disiplin, tanggung jawab, dan kolaborasi tumbuh dengan alami.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan karakter kader Muhammadiyah yang sejati, yaitu mandiri dalam berkarya, solid dalam bekerja sama, serta berjiwa Islami dalam menjaga amanah dan menghormati budaya lokal.
Melalui kegiatan kuliner ini, siswa belajar bahwa memasak bukan hanya soal rasa, melainkan juga tentang kepemimpinan, kreativitas, dan nilai-nilai kehidupan.
Kepala Madrasah, Qurrota A’yuni, M.PdI, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi madrasah untuk membentuk generasi berkarakter, berkepribadian Islami, dan memiliki keterampilan hidup.
“Melalui P5 bertema Kreasi Pangan Nusantara ini, kami berharap para siswa semakin mencintai budaya lokal, kreatif dalam mengolah bahan pangan, serta siap menghadapi masa depan dengan keterampilan hidup dan kepribadian Islami khas kader Muhammadiyah,” ungkapnya.
Pada akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan hasil kreasinya di hadapan guru dan teman-teman. Proses penilaian berlangsung hangat dan edukatif. Penilaian menyoroti aspek kreativitas, rasa, penyajian, serta refleksi pembelajaran.
Semua hidangan kemudian dinikmati bersama dalam suasana penuh tawa dan kekeluargaan. Kegiatan ini berlangsung meriah, penuh semangat, dan meninggalkan kesan mendalam.
Dari aroma dapur hingga senyum puas para siswa, semuanya menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan kuliner Nusantara melalui pembelajaran yang aplikatif, bernilai Islami, dan berkarakter Muhammadiyah yang berkemajuan.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments