Beberapa siswa sempat mengalami kendala teknis kecil, seperti lambatnya koneksi internet. Namun, berkat pendampingan dari proktor dan teknisi, masalah tersebut dapat segera diatasi.
“Senang karna bisa mengikuti ANBK. Tidak semua anak beruntung dan berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Perasaannya deg-degan, tegang, takut. Campur aduk deh. Senang juga,” ujar salah satu siswa, Tsania Fairuz Qolbi (11), dari SD Muhammadiyah 2 Tulangan.
Kesiapan sekolah juga menjadi kunci kelancaran ANBK. SD Muhammadiyah 2 Tulangan telah menyiapkan sarana dan prasarana komputer, jaringan internet, serta listrik cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Harapan untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
Dengan selesainya ANBK ini, pihak sekolah berharap hasil asesmen dapat menjadi data yang berharga untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
“Harapan kami di ANBK 2025 adalah semoga SD Muhammadiyah 2 Tulangan mendapatkan hasil yang terbaik dan memuaskan. Selain itu, data dari ANBK ini bisa menjadi cerminan nyata untuk meningkatkan kompetensi dasar siswa dan menguatkan karakter mereka. Hasilnya bukan untuk membandingkan, melainkan untuk memperbaiki,” tutup Ustazah Tanty.
Hasil ANBK nantinya diserahkan kembali kepada sekolah sebagai laporan umpan balik yang komprehensif. Laporan ini dapat digunakan oleh guru dan kepala sekolah sebagai landasan untuk merancang program pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa.
Dengan demikian, tujuan utama ANBK, yaitu perbaikan mutu pendidikan, dapat tercapai secara berkelanjutan.






0 Tanggapan
Empty Comments