Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Tim Cinemamita SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Lewat karya film pendek berjudul Cahaya Garuda, mereka sukses memukau dewan juri hingga berhasil meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi Muhammadiyah National Conference and Festival on Education, Sport and Arts (ME-Confest) 2025 yang digelar Sabtu–Ahad (29–30/11/2025).
Ajang kreatif yang mempertemukan para talenta muda di bidang perfilman, seni, dan inovasi digital tersebut semakin semarak dengan hadirnya karya Cinemamita. Film Cahaya Garuda juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube SmamitaTV.
Pada kompetisi tahun ini yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Tim Cinemamita menampilkan film bertema literasi digital dan empati sosial. Karya tersebut memukau para juri melalui alur cerita yang kuat serta pesan moral yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini.
Hafidz Nizar Abdillah selaku cameraman dan editor film menjelaskan proses pembuatan Cahaya Garuda. “Alhamdulillah, dalam pembuatan film pendek ini kami membutuhkan waktu sekitar satu bulan, mulai dari penulisan naskah hingga pemilihan pemeran yang sesuai dengan alur cerita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selama proses editing, sekolah memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas, perlengkapan syuting, hingga pendampingan selama produksi.
Film Cahaya Garuda menceritakan kisah Baskara, seorang remaja SMA yang tinggal di lingkungan padat dan kumuh. Setiap pagi, dalam perjalanan menuju sekolah, ia melihat seorang bocah kecil yang setiap harinya memulung sampah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga tidak mampu bersekolah.
Kesempatan muncul ketika sekolah mengadakan Kompetisi Seni Nasional bertema “Ekspresi Negeri”. Baskara terinspirasi dari pelajaran PPKN untuk menciptakan instalasi bayangan burung Garuda, karya seni dari tumpukan sampah plastik yang diproyeksikan menggunakan cahaya.
Bersama kelompoknya, Baskara mengumpulkan dan membeli botol plastik bekas dari bocah pemulung tersebut. Mereka mengolahnya dengan penuh semangat, bukan semata-mata untuk memenangkan lomba, tetapi agar dapat membantu biaya pendidikan sang bocah, mulai dari seragam hingga kebutuhan untuk kembali bersekolah.
Pada klimaks yang emosional, instalasi Cahaya Garuda menjadi pusat perhatian dalam pameran. Bayangan Garuda yang megah memenuhi ruangan dan berhasil menggugah para juri. Dengan hadiah yang diraih, Baskara dan teman-temannya membawa perubahan kecil bagi masa depan seorang anak bangsa—membuktikan bahwa dari tumpukan sampah pun, harapan bisa terbang menuju Indonesia Emas.
Film yang dibuat dengan kreativitas dan kolaborasi ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim, mulai dari penulis naskah, sutradara, sinematografer, hingga editor. Proses produksi ini menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan.
Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrannta, M.I.Kom., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi para siswa. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya, khususnya dalam bidang perfilman dan kreativitas digital.
“Siswa Smamita bukan hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mendapat ruang luas untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni, teknologi, dan kreativitas,” pungkasnya.
Adapun kru film pendek Cahaya Garuda adalah sebagai berikut:
- Erlangga Rizki Prasetiyo – X-5A
- Viyya Hanifa Azzahra – XI-4
- Altamis Sirhan Safaraz – XI-3
- Narendra Ihsan Faraz – XII-6
- Nayla Rasyida Pangastuti – XI-3 (*)
Berikut link menonton film “Cahaya Garuda”: https://youtu.be/SUZS3UDRjtM?si=d_fNWRIEN12-ryZk.






0 Tanggapan
Empty Comments