Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Penutupan DAM dan PID IMM Surabaya: Kader Diharapkan Jadi Agitator dan Inovator

Iklan Landscape Smamda
Penutupan DAM dan PID IMM Surabaya: Kader Diharapkan Jadi Agitator dan Inovator
Dokumentasi Penutupan Darul Arqom Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) PC IMM Kota Surabaya (Bayu/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya resmi menutup kegiatan Darul Arqom Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) pada Ahad (17/8/2025).

Acara penutupan ini berlangsung khidmat dan penuh refleksi, baik peserta dari Surabaya maupun luar pulau telah menyelesaikan lima hari proses perkaderan intensif.

Ketua Bidang Kader PC IMM Kota Surabaya, Sayyid Mushaddaq, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para peserta.

“Terima kasih, semoga lelah teman-teman menjadi lillah. Niat besar akan membuahkan hasil yang besar, baik untuk IMM Surabaya maupun IMM di luar Surabaya,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh tidak berhenti sebagai wacana, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di masyarakat.

Sementara itu, Kenneth Shulton Alafi, Sekretaris Umum PC IMM Kota Surabaya menekankan pentingnya peran kader madya sebagai sosok agitator.

“Kader madya tidak hanya sekadar kader. Mereka harus mampu menggerakkan massa, memberi inspirasi, dan mendorong kader lain untuk berkembang. Begitu juga instruktur, mereka adalah tonggak perkaderan IMM. Baik buruknya kepemimpinan IMM sangat ditentukan oleh kualitas instrukturnya,” tegasnya.

Di sisi lain, Ramadhani Jaka Samudra, Sekretaris Bidang Riset dan Teknologi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur dalam sambutannya menggarisbawahi posisi strategis kader IMM sebagai warasatul anbiya (pewaris para nabi).

“Instruktur itu bisa disebut sebagai the messenger, penyampai pesan para nabi. Maka peran instruktur dan kader madya sangatlah berat: memastikan dakwah bisa berjalan di berbagai sektor politik, ekonomi, sosial, bahkan dunia digital, tetap berlandaskan Al-Quran dan Sunnah,” paparnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia juga mengkritisi pola perkaderan IMM yang menurutnya masih terlalu sempit, hanya berfokus pada tiga identitas: kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan.

Penutupan
Sambutan Ramadhani Jaka Samudra, Perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur (Bayu/PWMU.CO)

“Bagaimana dengan kader yang ingin jadi pengusaha, insinyur, atau influencer? Mereka juga harus mendapat ruang dalam sistem perkaderan kita. Jangan sampai potensi kader besar, tapi tidak tersentuh IMM,” jelasnya.

Ramadhani menekankan bahwa instruktur harus lebih dari sekadar fasilitator di forum formal. Mereka wajib mendampingi kader di komisariat sehari-hari sesuai minatnya, apakah ke arah akademisi, politik, bisnis, atau gerakan sosial.

“Sering kali rekomendasi instruktur tidak ditindaklanjuti. Padahal, instrukturlah yang paling memahami potensi kader. Ini yang harus diperbaiki agar IMM tidak hanya menghasilkan kader untuk rebutan jabatan, tapi juga kader yang berkiprah nyata di berbagai bidang,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya kader IMM untuk peka pada isu lokal. Menurutnya, banyak kader lebih reaktif pada isu nasional, tetapi abai terhadap problem yang dekat dengan masyarakat.

“Isu-isu lokal harus dinasionalkan. Jangan hanya bergerak kalau ada seruan dari pusat. Justru gerakan IMM harus lahir dari realitas sekitar, dari kampus dan masyarakat kita sendiri,” pesan Ramadhani.

Dengan selesainya DAM dan PID ini, PC IMM Kota Surabaya berharap para peserta tidak berhenti pada tahap pengkaderan utama maupun khusus yang mereka selesaikan, akan tetapi juga terus menjaga semangat perjuangan, menyebarkan gagasan inovatif, dan berkontribusi nyata untuk kemajuan khususnya IMM dan umumnya masyarakat (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu