Bencana banjir yang melanda Bali pada Rabu (10/9/2025) dini hari meninggalkan duka mendalam bagi warga Bali.
Banjir yang datang secara tiba-tiba telah merendam rumah-rumah warga, memutus akses jalan, serta melumpuhkan aktivitas sehari-hari.
Sejumlah sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar, sementara sebagian warga terpaksa harus mengungsi demi keselamatan.
Suasana itu meninggalkan jejak kepedihan, terutama bagi mereka yang kehilangan harta benda maupun tempat tinggal.
Namun, dari balik duka tersebut, tumbuh semangat kebersamaan yang begitu kuat. Warga dari berbagai kalangan bahu-membahu menunjukkan kepedulian sosial.
Aksi solidaritas segera datang untuk membantu para korban, karena musibah ini bukan hanya tanggung jawab mereka yang terdampak, melainkan juga panggilan kemanusiaan bersama.
Salah satu gerakan nyata datang dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Bali. Mereka bergerak cepat dengan mendirikan “Posko Banjir” sebagai pusat koordinasi bantuan.
Melalui posko ini, terkumpul dan tersalurkan berbagai bentuk donasi — mulai dari pakaian layak pakai, selimut, sembako, nasi bungkus, hingga bantuan dana tunai.

Bantuan dalam bentuk dana dapat disalurkan melalui Rekening Donasi CIMB Niaga nomor 860018434100 a.n. Majelis Kesejahteraan Sosial PWA Bali.
Bahkan kebutuhan khusus seperti mukena, perlengkapan bayi, dan baju bersih turut didistribusikan agar para korban dapat bertahan dalam situasi darurat.
PWA Bali juga memanfaatkan media sosial, salah satunya melalui akun Instagram resmi @aisyiyah_bali, untuk mengetuk hati masyarakat luas agar berpartisipasi menjadi donatur.
Posko Banjir PWA Bali ini menyalurkan bantuan ke sejumlah titik terdampak, antara lain Monang Maning, Jalan Pulau Biak, Pekambingan, hingga Pura Demak.
Bantuan tidak hanya difokuskan pada masyarakat umum, tetapi juga pelajar beserta keluarganya yang turut menjadi korban banjir.
“Ini sebagai bentuk nyata kepedulian kami untuk berbagi kepada sesama di saat terjadi bencana seperti ini,” ujar Emma Rosada, salah seorang pegiat Posko Banjir, Kamis (11/9/2025).
Penggalangan bantuan dilakukan di berbagai titik, termasuk Kantor Lazismu Denpasar, SD Muhammadiyah 1 Denpasar, serta SD Muhammadiyah 3 Denpasar. Dari lokasi-lokasi tersebut, masyarakat dapat menyerahkan donasi yang kemudian segera didistribusikan.
Aksi sosial peduli banjir ini tidak hanya meringankan penderitaan korban, tetapi juga menjadi simbol nyata solidaritas kemanusiaan.
Musibah mengajarkan bahwa rasa kepedulian dan gotong royong adalah kunci untuk bangkit bersama. Di tengah duka, tumbuh harapan baru bahwa kebersamaan mampu menjadi penopang bagi masyarakat Bali dalam menghadapi ujian berat ini.***





0 Tanggapan
Empty Comments