PWMU.CO – Posyandu Cempaka Tiga bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Puskesmas Japanan menggelar kegiatan Penyuluhan Pernikahan Dini.
Berlangsung pada Minggu (10/08/2025), juga terdapat pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Firdausi Angraeni, mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pada kesempatan itu, ia memaparkan materi edukatif tentang bahaya pernikahan dini bagi generasi muda.
Acara terhadiri oleh 70 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Posyandu dan pelaku UMKM. Tidak ketinggalan, hadir pula Ketua Posyandu yang juga menjabat sebagai Ibu Lurah Desa Japanan.
Apa Itu Pernikahan Dini?
Dalam penyuluhan tersebut, Firdausi menjelaskan secara lugas bahwa pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum usia 18 tahun
“Mungkin ada yang bilang, kalau cepat menikah, cepat punya keluarga. Tapi, ibu-ibu, rumah tangga itu butuh kesiapan, bukan cuma niat” ungkapnya. Ia memaparkan dampak negatif pernikahan dini dari sisi pendidikan, kesehatan, psikologis, hingga sosial ekonomi.
Menurutnya, remaja yang menikah sebelum menyelesaikan pendidikan cenderung mengalami kesulitan ekonomi karena minimnya keterampilan kerja.
Dari sisi kesehatan, anak perempuan yang hamil di usia muda berisiko mengalami pendarahan, tekanan darah tinggi, bayi lahir prematur, hingga kematian ibu dan bayi. Risiko penyakit menular seksual seperti sifilis (raja singa), herpes, dan HIV juga lebih tinggi.
Firdausi menekankan peran ibu dalam pencegahan pernikahan dini. “Kita harus jadi sahabat untuk anak-anak, mendengarkan mereka, mendukung sekolahnya setinggi mungkin, dan memberi pemahaman bahwa menikah itu bukan perlombaan, tapi butuh kesiapan lahir batin,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak para ibu membekali anak dengan pendidikan agama, pengawasan yang bijak, dan kasih sayang.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Usai penyuluhan, kegiatan berlanjut dengan pemeriksaan kesehatan gratis bersama tim Posyandu Cempaka 3 dan tenaga medis Puskesmas Japanan.
Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Dari hasil pemeriksaan, tercatat 40 persen peserta mengalami kadar asam urat tinggi dan 20 persen memiliki kadar gula darah di atas normal.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi tim kesehatan untuk melakukan edukasi lanjutan mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik.
Tidak lupa, Firdausi juga mengingatkan akan pentingnya kesehatan ibu. “Sehatnya ibu itu penting, karena ibu adalah tiang keluarga. Kalau ibu sehat, keluarga akan lebih kuat. Jadi mari kita sama-sama menjaga kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun anak-anak kita” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini mendapat apresiasi tinggi dari warga. Selain menambah wawasan tentang pencegahan pernikahan dini, acara ini juga membantu deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.
Semoga kolaborasi antara Posyandu Cempaka Tiga, mahasiswa KKN, dan Puskesmas Japanan terus berlanjut demi peningkatan kualitas kesehatan dan pengetahuan warga Desa Japanan.






0 Tanggapan
Empty Comments