Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peran Guru PAUD dalam Meletakkan Pondasi Nilai-Nilai Kepanduan Hizbul Wathan

Iklan Landscape Smamda
Peran Guru PAUD dalam Meletakkan Pondasi Nilai-Nilai Kepanduan Hizbul Wathan
pwmu.co -
Fathurrahim Syuhadi

PWMU.CO – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahapan emas dalam perkembangan manusia. Pada masa inilah anak-anak mengalami pertumbuhan luar biasa dalam hal fisik, emosional, sosial, spiritual, dan kognitif.

Sebagai ujung tombak pendidikan awal, guru PAUD memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dasar anak. Salah satu nilai penting yang dapat dikenalkan sejak dini adalah nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan (HW), yang berakar dari ajaran Islam dan semangat kebangsaan.

Hizbul Wathan, sebagai gerakan kepanduan Muhammadiyah, memiliki prinsip-prinsip dasar yang mulia: tauhid (iman kepada Allah), akhlak mulia, kedisiplinan, cinta tanah air, kemandirian, dan semangat tolong-menolong.

Meskipun nilai-nilai ini terdengar berat, sesungguhnya bisa ditanamkan secara sederhana dan menyenangkan di lembaga PAUD.

Rasulullah Saw bersabda “Ajarkanlah anak-anak kalian dan didiklah mereka dengan baik, karena mereka adalah amanah yang kelak dimintai pertanggungjawaban (HR. Ibnu Majah)

Nilai dasar Hizbul Wathan dimulai dari tauhid: pengenalan kepada Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara alam. Guru PAUD dapat menanamkan ini lewat lagu islami, cerita-cerita nabi, serta kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah aktivitas.

Akhlak seperti jujur, hormat pada guru, sopan santun, dan saling membantu juga bisa ditanamkan melalui kegiatan bermain peran atau dongeng.

Allah SWT berfirman “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Kedisiplinan merupakan ruh dalam gerakan kepanduan. Di lingkungan PAUD, disiplin bisa dilatih melalui pembiasaan: datang tepat waktu, merapikan mainan setelah bermain, mengikuti aturan permainan, dan bertanggung jawab atas tugas kecil.

Guru menjadi teladan utama, menunjukkan bahwa disiplin bukan paksaan, tetapi kebiasaan yang membentuk pribadi tangguh.“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka dia melakukannya dengan itqan (tepat, sungguh-sungguh, dan tuntas (HR. Thabrani)

Iklan Landscape UM SURABAYA

Nilai “tolong-menolong” atau ta’awun merupakan prinsip penting dalam kepanduan HW. Guru PAUD dapat menumbuhkan semangat ini melalui kegiatan kelompok, permainan kerja sama, berbagi makanan, atau kegiatan peduli lingkungan. Anak-anak dibiasakan untuk tidak egois, melainkan senang menolong dan berbagi.

Allah SWT berfirman “Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan (QS. Al-Ma’idah: 2)

HW juga mengajarkan nasionalisme yang kuat. Guru PAUD dapat menanamkan cinta tanah air dengan memperkenalkan simbol-simbol negara. Mengenalkan lagu-lagu nasional, serta cerita-cerita pahlawan.

Kegiatan upacara sederhana setiap pekan juga bisa membentuk rasa bangga menjadi anak Indonesia. “Hubbul wathan minal iman” (Cinta tanah air adalah bagian dari iman), meskipun bukan hadits shahih, namun maknanya sangat mendalam dalam konteks pendidikan karakter.

Guru PAUD bukan sekadar pengajar, melainkan arsitek pembentuk karakter anak sejak dini. Ketika nilai-nilai Hizbul Wathan mulai ditanamkan di jenjang PAUD, meskipun dalam bentuk sederhana dan penuh kasih. Maka kita sedang menyiapkan generasi tangguh, mandiri, beriman, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.

Kepanduan bukan sekadar seragam atau baris-berbaris, tapi sebuah jalan untuk menanam nilai-nilai kehidupan sejak awal. Dan semua itu, dimulai dari ruang kelas kecil yang hangat, bersama guru-guru PAUD yang penuh cinta.

Ajari anak-anakmu mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya, dan mencintai sesama. Di sanalah fondasi kepanduan sejati dimulai. Bukan pangkat yang membuat seorang pandu mulia, tapi akhlak dan semangatnya yang menjaga cahaya. (*)

Penulis Fathurrahim Syuhadi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu