Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peran Sunyi Muhammadiyah di Balik Layar Politik Indonesia

Iklan Landscape Smamda
Peran Sunyi Muhammadiyah di Balik Layar Politik Indonesia
Adinda Safara Dzikri kontributor pwmu (Foto: Adinda/PWMU.CO)
Oleh : Adinda Safara Dzikri Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Gresik
pwmu.co -

Dalam situasi politik Indonesia yang ditandai dengan kompetisi ketat, ketegangan di antara para elite, dan persaingan pemilu yang sengit, Muhammadiyah sering muncul di tengah ketenangan. Ini adalah organisasi Islam besar yang tidak terikat pada partai politik, tidak mendukung kandidat dalam pemilihan umum, dan tidak terlibat secara langsung dalam perebutan kekuasaan.

Meski demikian, di balik sikap ‘netral’ ini terdapat peran utama yang kerap diabaikan: Peran Sunyi Muhammadiyah yang membantu mendukung pembentukan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi generasi muda sekarang, khususnya Gen Z, Muhammadiyah lebih sering dikenali melalui sekolah, universitas, rumah sakit, dan beragam kegiatan sosial lainnya. Namun, sejak jauh sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah sudah berkontribusi dalam sejarah bangsa.

Ini lebih dari sekadar organisasi dakwah; ia juga merupakan aktor vital dalam pembentukan negara dan penjaga moral politik nasional hingga saat ini. Dari pandangan mahasiswa, peran historis ini sering kali terlupakan di tengah maraknya isu politik yang dibahas di media sosial.

Bukan Partai Politik, Melainkan Aktor Politik Nasional

Sejak awal, Muhammadiyah menegaskan bahwa dirinya bukanlah partai politik. Penegasan ini semakin jelas dalam Khittah Muhammadiyah, yang membedakan antara dakwah dan praktik politik. Meski begitu, ini bukan berarti Muhammadiyah bersifat apolitis.

Dalam konteks ilmu politik, Muhammadiyah memberi kontribusi di bidang politik kebangsaan, yakni politik yang berfokus pada nilai, etika, kebijakan publik, dan dukungan terhadap kepentingan bangsa.

Muhammadiyah berfungsi sebagai kekuatan dari masyarakat sipil yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi, mengingatkan, dan menyeimbangkan tindakan pemerintah.

Walaupun tidak memiliki kekuasaan resmi, ia memiliki peran yang sangat krusial dalam memengaruhi peraturan melalui dorongan moral, pengetahuan, dan aspek sosial.

Itulah makna dari istilah “di balik layar”: tanpa kekuasaan yang sah namun tetap memberikan pengaruh besar. Jenis politik seperti ini, bagi para mahasiswa, menjadi lebih penting terutama saat kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin politik mulai berkurang.

Muhammadiyah sebagai Bagian dari Pembentukan NKRI

Sejarah mencatat bahwa Muhammadiyah tidak hanya sebagai “pengamat” dalam upaya membangun Indonesia. Beberapa anggotanya terlibat langsung dalam momen penting dalam sejarah bangsa.

Ki Bagus Hadikusumo, seorang tokoh penting dalam Muhammadiyah, berperan besar dalam merumuskan dasar negara melalui BPUPKI dan PPKI.

Dalam perdebatan mengenai dasar negara, Muhammadiyah menunjukkan pandangan visioner. Ketika terjadi perbedaan antara penerapan dasar negara Islam dan Pancasila, tokoh-tokoh Muhammadiyah memilih untuk mengambil jalan tengah demi mempertahankan persatuan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu