Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peran Sunyi Muhammadiyah di Balik Layar Politik Indonesia

Iklan Landscape Smamda
Peran Sunyi Muhammadiyah di Balik Layar Politik Indonesia
Adinda Safara Dzikri kontributor pwmu (Foto: Adinda/PWMU.CO)
Oleh : Adinda Safara Dzikri Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Gresik
pwmu.co -

Usaha Amal sebagai Sarana Politik Tidak Resmi

Kekuatan politik Muhammadiyah tidak dilihat dari berapa banyak kursi yang mereka miliki di parlemen, tetapi dari jaringan sosial yang luas yang mereka bangun. Muhammadiyah mengelola ribuan sekolah, ratusan rumah sakit, puluhan universitas, panti asuhan, dan banyak organisasi sosial di seluruh Indonesia.

Jaringan ini tidak hanya berperan dalam bidang sosial tetapi juga berfungsi sebagai kekuatan politik tidak resmi yang cukup penting. Lewat pendidikan dan layanan sosial, Muhammadiyah membangun karakter masyarakat yang paham demokrasi, memiliki pemikiran kritis terhadap penguasa, serta peduli kepada sesama.

Dari sini, politik tenang Muhammadiyah bergerak secara teratur dan terus-menerus.

Tanggung Jawab Muhammadiyah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sebagai salah satu organisasi yang berpengaruh di negara ini, Muhammadiyah yakin bahwa menjaga NKRI bukan hanya tanggung jawab yang tertulis dalam undang-undang tetapi juga merupakan kewajiban dalam agama.

Mereka berpandangan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari menjalankan prinsip-prinsip Islam saat berhubungan dengan bangsa. Hal ini terlihat lewat berbagai kegiatan bersifat nasional, mulai dari mendukung Pancasila, terlibat dalam diskusi mengenai kebangsaan, hingga menolak gagasan negara berbasis agama yang dapat membahayakan persatuan.

Muhammadiyah selalu menekankan bahwa ajaran Islam harus memberikan manfaat bagi semua orang dan tidak digunakan untuk memecah belah dalam politik.

Tantangan di Masa Gen Z dan Politik Digital

Di era media sosial, politik sering kali berubah menjadi kompetisi untuk mendapatkan popularitas dan menarik perhatian. Dalam kondisi ini, politik sunyi yang diusung Muhammadiyah sering kali terabaikan. Padahal, model politik berbasis nilai ini sangat penting untuk bangsa saat ini.

Bagi Gen Z, tantangannya adalah memahami bahwa pengaruh tidak selalu berasal dari kekuasaan. Ada kekuatan lain yang beroperasi di belakang layar, dan dampaknya dapat bertahan lebih lama. Muhammadiyah merupakan contoh nyata dari kekuatan seperti itu.

Di tengah hiruk-pikuk politik di media sosial, ketika opini sering dibentuk oleh video singkat dan dukungan diukur dari seberapa viral suatu konten, Muhammadiyah memilih untuk tetap pada jalur yang tenang. Tanpa sensasi dan tanpa panggung kekuasaan, tetapi tetap menjaga arah bangsa.

Bagi Gen Z, ini adalah pelajaran penting bahwa perubahan tidak selalu datang dari yang paling ramai, tetapi sering kali dari yang paling setia pada nilai-nilai.

Ketika banyak yang fokus mengejar kekuasaan, citra, dan ketenaran, Muhammadiyah mengajarkan bahwa mencintai bangsa adalah bentuk cinta tertinggi kepada Indonesia, cinta yang diwujudkan melalui tindakan nyata yang konsisten.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu