Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perempuan Cerdas Menyongsong Indonesia Emas

Iklan Landscape Smamda
Perempuan Cerdas Menyongsong Indonesia Emas
pwmu.co -
Oleh Sabrina ChaerulMahasiswa PAUD UM Surabaya

PWMU.CO – “2045 Menuju Indonesia emas” merupakan cita-cita besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, adil, dan makmur menuju satu abad kemerdekaannya. Visi ini memiliki tujuan utama untuk mewujudkan “Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan“. Adapun Visi Indonesia Emas 2045 mencakup berbagai aspek, salah satunya pembangunan manusia dengan misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), melalui akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

Untuk mencapai visi tersebut butuh kerja sama dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berjenis kelamin perempuan. Jumlah perempuan di Indonesia mencapai hampir setengah dari populasi penduduk. Perbandingan laki-laki dan perempuan menurut data BPS dari tahun 2023 yaitu 49,92% laki-laki dan 50,02% perempuan. Artinya, mengabaikan kesempatan perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan, sama dengan menyingkirkan setengah dari kekuatan bangsa Indonesia. 

Selain itu, perempuan adalah jantung keluarga, keterampilannya dalam mengasuh anak dan mengelolah rumah tangga — terutama jika teredukasi dengan baik, — memiliki potensi untuk membantu meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Dari perempuan yang berkualitas akan menghasilkan generasi yang berkualitas pula.

Data kemendikdasmen tahun 2025 menunjukkan bahwa di Indonesia, jumlah guru didominasi oleh kaum perempuan, yaitu sekitar 71%. Utamanya guru pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal itu karena adanya pengaruh stereotip gender. Namun dampaknya justru membawa peran besar perempuan dalam pembangunan Indonesia emas. 

Anak usia dini dikenal sebagai “golden age” atau masa keemasan, karena sinapsis otak anak dapat berfungsi dua kali lebih cepat daripada di kemudian hari. Pada tahap selanjutnya mampu menghasilkan perkembangan yang cepat. Generasi yang berintegritas yang dibentuk saat ini melalui pendidikan karakter, dapat membuka jalan bagi Indonesia emas di tahun 2045. Selain kecerdasan kognitif yang dapat diwariskan, karakter juga harus ditanamkan melalui pendidikan. Perempuan yang berdaya dan teredukasi akan mampu memberikan pendidikan karakter yang tegas dan cerdas untuk meningkatkan kualitas SDM di masa depan. 

Selain di bidang pendidikan. perempuan juga mampu berperan sebagai agen perubahan sosial untuk meningkatkan kualitas SDM dalam lingkungan masyarakat. Seperti Dr (HC) Dra Hj Nurhayati Subakat, pendiri dan Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation, merupakan perempuan inspiratif bagi perempuan lain dan berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Contoh lain adalah ibu-ibu PKK yang aktif dalam penyelenggaraan program pendidikan, kesehatan, gizi dan keterampilan bagi sesama perempuan. 

Tokoh dan pahlawan perempuan Muhammadiyah/Aisyiyah, Nyai Siti Walidah — istri dari pendiri Muhammadiyah Kyai Haji Ahmad Dahlan — adalah pelopor berdirinya organisasi Sopo Tresno (cikal bakal organisasi otonom Muhammadiyah ‘Aisyiyah’) yang bergerak dalam memberdayakan perempuan. Aisyiyah yang fokus pada dakwah dalam bidang pendidikan ini memiliki sekitar 22 ribu lebih TK ABA dan tersebar di seluruh Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran besar dalam membantu mencapai visi Indonesia Emas 2045. 

Perempuan merupakan manajer rumah tangga yang memiliki tanggung jawab besar menjadi agen perubahan sosial untuk membangun generasi emas. Sayangnya, peran sentral sebagai “manajer rumah tangga” justru seringkali di stigma negatif oleh masyarakat, dan menjadi alat untuk membatasi gerak perempuan. Misalnya ada ucapan “untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, toch nanti ujung-ujungnya di dapur”. Di era sekarang, frasa semacam ini harus dihilangkan. Jika kemudian mendapatkan pembiaran, pasti akan berkembang menjadi budaya patriarki dan menjadi penghalang perempuan untuk lebih berperan dalam kehidupan. 

Selain stigma di atas, tantangan lain bagi perempuan untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia emas adalah beban ganda. Yaitu perempuan harus menanggung beban ganda, antara tanggung jawab domestik dan pekerja profesional. Akibatnya Perempuan menjadi mudah kelelahan dan mengganggu kariernya. Tidak jarang pula perempuan mendapat perlakuan diskriminasi di tempat kerja, menjadi korban pelecehan seksual, diskriminasi dalam rekrutmen tenaga kerja. Apalagi bagi perempuan yang sudah menikah dan atau memiliki anak. 

Demi menjamin perempuan agar dapat berkontribusi besar untuk bangsa dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045, perlu upaya bersama mengurangi yang menghalangi perempuan. Undang-Undang (UU) No. 13 Tahun 2003 yang memberikan cuti hamil dan UU Ketenagakerjaan No. 88 Tahun 2023 yang menguraikan pedoman pencegahan dan pengelolaan kekerasan seksual di tempat kerja menjadi penegas upaya pemerintah dalam mendukung perempuan yang berdaya. Sayangnya, meski sudah ada UU dan kebijakan, pada sisi implementasi dan penegakannya masih sangat jauh dari harapan. Dengan demikian, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan individu guna memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi perempuan untuk menunjukkan kontribusinya dalam mencapai visi Indonesia emas 2045.***

Editor Notonegoro

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu