Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perempuan Nasyiatul Aisyiyah Didorong Jadi Penggerak Kedaulatan Pangan Nasional

Iklan Landscape Smamda
Perempuan Nasyiatul Aisyiyah Didorong Jadi Penggerak Kedaulatan Pangan Nasional
Lula Kamal, saat menjadi narasumber Talkshow Tanwir II Nasyiatul ‘Aisyiyah i Kota Serang, Banten, Jumat (5/9/2025). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Di tengah tantangan ketahanan pangan, peran perempuan dinilai kian strategis. Hal itu ditegaskan Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Lula Kamal, saat menjadi narasumber Talkshow Tanwir II Nasyiatul ‘Aisyiyah i Kota Serang, Banten, Jumat (5/9/2025).

Dalam talkshow bertajuk “Kedaulatan Pangan dan Ketangguhan Keluarga: Mewujudkan Kemandirian Perempuan dalam Ketahanan Pangan Nasional”, Lula Kamal menegaskan kader muda NA memiliki peluang besar untuk tampil sebagai motor penggerak kemandirian pangan dan ketangguhan keluarga, yang sekaligus menjadi penopang kedaulatan bangsa.

Menurut dia, pangan merupakan sektor vital yang menentukan kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, perempuan memiliki peluang besar sekaligus tanggung jawab strategis untuk terlibat aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Peluang kerja dan usaha akan senantiasa terbuka lebar bagi siapa pun yang mau berusaha. Sektor pangan kita harus terus diperkuat. Jika pangan tidak kuat, bagaimana kita bisa berkembang dan berdaulat?,”ungkap dia.

Lula juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki cadangan beras yang cukup sebagai salah satu bentuk capaian menuju swasembada.

Meski begitu, dia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar Indonesia benar-benar menjadi negara maju dalam bidang pertanian.

Dia menyoroti tingginya keterlibatan perempuan di sektor perdagangan, di mana sekitar 85 persen pedagang adalah perempuan. Karena itu, ia mendorong kader muda Nasyiatul ‘Aisyiyah agar mampu memanfaatkan peluang, baik dalam bidang usaha maupun akses pendidikan.

“Terdapat banyak alternatif dan peluang beasiswa yang dapat dilirik oleh perempuan. Ini adalah alternatif yang perlu dipertimbangkan bersama,” ucap Lula.

“Juga banyak orang menganggap jadi petani tidak menguntungkan. Padahal jika pandai dan tahu caranya, peluangnya akan luar biasa,” tambahnya.

Pada poin di atas, Lula menyatakan bahwa perkembangan sektor pertanian akan terus diusahakan di mana untuk menjadi negara maju, masih banyak hal yang harus dikerjakan bersama.

Dalam mengambil peran dan kontribusi tersebut, Lula menyakini bahwa perempuan khususnya para kader muda Nasyiatul Aisyiyah mampu untuk mengambil peran-peran strategis tersebut. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu