
PWMU.CO – Bertempat di Masjid Al-Istiqomah, Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, menjadi lokasi penyelenggaraan Ta’aruf (perkenalan) antara anak-anak yang baru bergabung dengan anak-anak yang telah lama berada di lingkungan Muhammadiyah Children Center (MCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar atau Panti Asuhan PDM Kota Blitar, pada Sabtu (12/7/2025).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan acara Motivasi Islami Malam Ahad (Moismahad), yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah serta memberikan motivasi spiritual kepada para peserta.
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Kota Blitar dan Sekretaris MCC PDM Kota Blitar, yang juga motivator islami, drh Sri Widodo menyampaikan bahwa selesaikan masalahmu dengan amal shaleh.
Acara berlangsung ba’da shalat Maghrib berjamaah hingga shalat Isya berjamaah, dan dihadiri oleh para ustadz, ustadzah pengasuh, dan anak-anak putra-putri MCC PDM Kota Blitar.
Setelah shalat Maghrib berjamaah, acara dibuka dengan membaca basmallah yang dipandu oleh pembawa acara, Valen.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Quran beserta terjemahannya oleh Qomar dan Emir.
Setelah itu, kuliah tujuh menit (Kultum) disampaikan oleh Ais dengan mengangkat tema “Akhlaqul Karimah”, yang mengajak seluruh peserta untuk meneladani akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi kultum, acara dilanjutkan dengan kegiatan perkenalan antara anak-anak yang baru bergabung dan anak-anak yang telah tinggal sebelumnya di MCC PDM Kota Blitar. Perkenalan dilakukan dengan cara menyebutkan nama, nama orang tua, serta cita-cita masing-masing, yang dipandu dengan suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Setelah sesi perkenalan, acara berlanjut dengan motivasi Islami yang disampaikan oleh Sri Widodo.

Dalam penyampaiannya, Sri Widodo membawakan sebuah kisah inspiratif yang bersumber dari Hadits Riwayat Bukhari Nomor 2272 dan Muslim Nomor 2743 dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu.
Kisah tersebut menceritakan tentang tiga orang pemuda yang tengah berteduh di dalam sebuah gua. Tiba-tiba, pintu gua tertutup oleh batu besar sehingga mereka tidak dapat keluar.
Salah satu di antara mereka mengusulkan agar mereka berdoa kepada Allah dengan bertawasul melalui amal shaleh masing-masing.
Pemuda pertama menceritakan amal shalehnya, yaitu berbakti kepada kedua orang tuanya. Setiap hari ia memerah susu untuk diberikan kepada mereka sebelum memberi kepada anak-anaknya sendiri. Pada suatu hari, ia pulang terlambat sehingga mendapati orang tuanya telah tertidur.
Ia pun tetap berdiri menunggu sambil membawa segelas susu, dan baru memberikan susu tersebut setelah orang tuanya terbangun di pagi hari. Ia melakukannya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, semata-mata demi mendapatkan ridha orang tua.
Pemuda itu kemudian berdoa kepada Allah dengan menyebut amal shalehnya tersebut agar Allah membuka jalan keluar dari gua. Doanya dikabulkan, batu besar yang menutup pintu gua pun mulai bergeser, meskipun mereka belum sepenuhnya bisa keluar.
Pemuda yang ke-2 berdoa dengan anak shalehnya yaitu pada saat ada kesempatan berbuat zina kepada seorang wanita Shalehah yang dicintainya dan masih sepupunya, ia tidak melakukannya.
Kemudian pemuda tersebut sadar dengan ikhlas pergi, tidak jadi berzina dan mengikhlaskan hartanya. Doanya dikabulkan oleh Allah dan batu bisa bergeser dari pintu gua, tetapi belum bisa keluar. Pemuda yang ke-3 berdoa dengan membelikan kambing dari upah pegawai yang lama belum ambil.
Pegawainya datang untuk mengambil upahnya. Ia pun disuruh membawa semua kambing yang banyak, yang telah dibeli dan dikembangkan dari upahnya. Oleh pegawainya, kambing-kambing itu dibawa semuanya.
Dengan amal shaleh tersebut, pemuda itu berdoa kepada Allah. Doanya dikabulkan, pintu gua pun terbuka, dan ketiga pemuda yang sebelumnya terperangkap di dalam gua akhirnya bisa keluar.
Dengan kisah tersebut, bisa diambil hikmahnya, di antaranya:
1. Amal shaleh bisa menjadi wasilah (sarana) untuk bertawasul dalam berdoa, terutama dalam hal-hal yang sulit untuk diselesaikan.
2. Bakti kepada orang tua bisa memudahkan terkabulnya doa kepada Allah SWT.
3. Menahan diri dari perbuatan zina bisa memudahkan dikabulkannya doa kita.
4. Beramal shaleh dengan ikhlas sebagai bentuk ketakwaan, Allah akan memberikan jalan keluar atas segala masalah.
Di akhir, motivasinya mengajak kepada putra-putri MCC PDM Kota Blitar untuk banyak beramal shaleh dan bertakwa kepada Allah SWT. (*)
Penulis Dodo Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments