SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (Spemia) memperingati Isra Mikraj 1447 Hijriah pada Kamis (15/1/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas diri siswa dari aspek keimanan, keikhlasan, serta penghayatan terhadap kebesaran Allah SWT.
Peringatan Isra Mikraj di Spemia diisi dengan tiga rangkaian kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan diawali dengan rutinitas harian sekolah, yaitu salat dhuha, murojaah, dan inspirasi pagi.
Usai kegiatan pagi, siswa mempersiapkan diri di lapangan sekolah untuk mengikuti pawai di Desa Tenaru, wilayah sekitar sekolah. Pawai mengusung tema busana muslim berwarna putih dan dilengkapi poster bertuliskan pesan-pesan peringatan Isra Mikraj yang dibuat oleh siswa.
Barisan depan pawai dipimpin oleh Gaby dan Aaliyah, siswi kelas VIII Al Khawarizmi, yang membawa banner besar bertuliskan Isra Mikraj. Pawai dipandu oleh Dhiya’ul Ilmi Al Fatawa, S.Pd., guru Kemuhammadiyahan Spemia, yang mengarahkan rute perjalanan.
Seluruh peserta tampak antusias dan bersemangat menyusuri jalan desa, melewati rumah-rumah warga Desa Tenaru dengan tertib dan penuh keceriaan.
Kegiatan kedua adalah bakti sosial. Setelah pawai, siswa diberi waktu istirahat sekitar 30 menit untuk beristirahat dan makan. Selanjutnya, mereka kembali berkumpul di lapangan dan berbaris rapi, terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, sekitar 50 paket sembako berisi kebutuhan memasak dibagikan kepada warga sekitar sekolah. Menariknya, pembagian bantuan dilakukan langsung oleh para siswa, sehingga mereka belajar secara nyata tentang pentingnya berbagi dan kepedulian sosial.
Raut wajah bahagia dan rasa syukur dari para penerima bantuan menjadi pengalaman berharga yang meninggalkan kesan mendalam bagi siswa Spemia.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian materi bertema urgensi salat oleh Teguh Abdillah, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 1 Driyorejo. Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB.
Seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan tersebut dengan tertib. Siswa laki-laki menempati barisan depan, sedangkan siswa perempuan berada di bagian belakang.
Dalam materinya, Teguh Abdillah menegaskan bahwa salat merupakan amalan wajib yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim. Ia juga menekankan pentingnya salat sebagai bekal utama dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Selain itu, ia menyampaikan tiga amalan terbaik yang harus senantiasa dijaga oleh umat Islam, yaitu melaksanakan salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan berjihad di jalan Allah SWT.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Isra Mikraj di Spemia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana pembelajaran nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter siswa.






0 Tanggapan
Empty Comments