Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan upacara bendera di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur, Senin (27/10/2025). Upacara kali ini sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Petugas upacara berasal dari siswa kelas V. Muhammad Zhafran Khairy Al Fatih (kelas V Andes) bertugas sebagai pemimpin upacara, sementara pembina upacara adalah ustadz Ahmad Faizun S.Sos., guru kelas V Alpen.
Sejak pagi, para petugas telah bersiap penuh semangat. Bagi mereka, ini merupakan pengalaman pertama menjadi petugas upacara, terlebih bertepatan dengan momen bersejarah peringatan Sumpah Pemuda.
Makna Sejarah dan Nilai Perjuangan
Dalam amanatnya, ustadz Ahmad Faizun menjelaskan bahwa peringatan 28 Oktober merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tahun 1928, para pemuda dari berbagai suku, agama, dan daerah berkumpul dalam Kongres Pemuda II dan menyatukan tekad demi persatuan Indonesia.
“Mereka berkomitmen untuk berjuang bukan demi daerahnya masing-masing, tetapi untuk bangsa Indonesia. Komitmen itu kemudian melahirkan ikrar suci yang dikenal dengan Sumpah Pemuda,” terangnya.
Ikrar tersebut berisi tiga janji utama: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu Indonesia.
Meneladani Nilai Perjuangan
Faizun, alumnus Universitas Muhammadiyah, menegaskan pentingnya peringatan ini sebagai momentum refleksi bagi siswa-siswi SDMM.
“Dari semangat para pemuda, kita belajar tentang arti perjuangan dan pengorbanan. Hidup itu sendiri adalah perjuangan. Maka, jadilah pribadi yang peduli terhadap lingkungan dan bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip hadis dari Imam Ath-Thabrani dan Ad-Daruquthni:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Faizun menegaskan bahwa generasi muda hari ini adalah pemeran utama masa depan bangsa. “Jika penerus bangsa ini cerdas dan berakhlak mulia, maka Indonesia akan maju. Namun, jika mereka lalai dan berperangai buruk, maka masa depan bangsa akan terancam,” pesannya.
Sebagai penutup, tim Paduan Suara SDMM turut menampilkan dua lagu bertema nasionalisme: Bangun Pemudi Pemuda karya Alfred Simanjuntak dan Merakit ciptaan Yura Yunita.
Semangat dan ekspresi para siswa menambah kemeriahan sekaligus memperkuat pesan bahwa perjuangan dan pengorbanan adalah kunci bagi generasi penerus bangsa.
Selamat Hari Sumpah Pemuda! Mari terus kobarkan semangat persatuan dan pengabdian untuk Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments