Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perjalanan Menuju Holy Possible Missions (Bagian-2)

Iklan Landscape Smamda
Perjalanan Menuju Holy Possible Missions (Bagian-2)
pwmu.co -
Oleh Pradana Boy ZTFDosen FAI Universitas Muhammadiyah Malang dan Asisten Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji

PWMU.CO – Jarak Jeddah – Makkah sekitar 84 kilometer. Tidak terlalu jauh. Tapi rombongan kami yang terdiri dari lima bus itu tiba di kota suci itu tidak dalam waktu bersamaan. Karena pada 2025 ini, Pemerintah Arab Saudi mulai melakukan pengetatan peraturan yang berkaitan dengan haji. Tujuannya agar pelayanan haji yang lebih baik. Salah satu turunan dari kebijakan itu adalah pemeriksaan ketat dan berlapis terhadap semua orang yang masuk ke Makkah dengan tujuan haji. Jamaah haji yang masuk ke Makkah legalitasnya harus jelas. Bagi pemerintah Arab Saudi, haji ilegal adalah big no-no, benar-benar terlarang.

Petugas keamanan Saudi memeriksa petugas haji Indonesia satu per satu, termasuk pada bus yang saya tumpangi. Paspor dan visa ditelisik, bahkan di foto. Proses seperti inilah yang mengakibatkan perjalanan menuju Makkah membutuhkan waktu yang lebih lama. Setelah melewati titik antrian pemeriksaan dan beberapa titik padat, akhirnya bun pun tiba Kantor Urusan Haji Indonesia, Makkah, bertepatan dengan kumandang adzan subuh. 

Sebelum beranjak menuju Masjidil Haram untuk umrah wajib, kami menjalankan shalat subuh di masjid terdekat. Umrah wajib adalah ibadah umrah yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji.

Dalam keremangan subuh menjelang pagi, mata saya menatap gunung batu yang menjulang di sekitar Kantor Urusan Haji Indonesia. Sebenarnya ketinggian gunung itu tidak seberapa jika bandingannya gunung-gunung yang ada di Indonesia. Tetapi entah mengapa, saya seperti merasakan daya spiritual yang tak biasa saat memandang gunung itu. Saya berusaha mencari jawaban atas apa yang saya rasakan.

Saya merasa gunung itu hidup, karena membayangkan bahwa pada masa mudanya Nabi Muhammad ber-tahannuts di gunung-gunung sekitar Makkah, dan kemudian menerima wahyu di Gua Hira, Jabal Nur. Gunung yang saya saksikan pagi itu sebenarnya bukan Jabal Nur. Tapi memang karakter gunung di Makkah yang rata-rata sama membawa saya pada imajinasi tentang dekatnya gunung itu dengan proses pewahyuan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Rupanya saya tak sendirian berada dalam persepsi seperti itu. Suatu hari, usai melaksanakan jumrah aqabah di Mina, sambil menikmati fast food di sebuah sudut Makkah, tiba-tiba datang empat orang jamaah haji dari Aljazair. Mereka ingin berbagi tempat duduk dengan kami. Setelah saling memperkenalkan diri dan berbagi makanan, salah seorang dari jamaah Aljazair itu berbicara tentang gunung yang tepat berada di hadapan kami.

Ia mengatakan bahwa saat berada di Tanah Suci kita harus berkata dan berperilaku baik. Karena bukan hanya Allah, bahkan gunung-gunung di sekitar kita juga menyaksikan perbuatan dan mendengar perkataan kita. Lebih jauh ia menyebut bahwa gunung-gunung itu menyaksikan Rasulullah Muhammad SAW menerima wahyu, menyebarkan ajaran Islam, menghadapi penolakan dan tekanan kaum kafir Quraisy. Pendek kata, gunung-gunung itu menjadi saksi perjuangan Nabi. Karena itu hendaknya tak memandang gunung-gunung itu sebagai benda mati, dan berperilaku baiklah di hadapan gunung-gunung itu.

Usai shalat subuh, rombongan bergerak ke Masjidil Haram. Meskipun sudah pernah berkunjung untuk ibadah umrah tahun 2018, saya tetap terkesima begitu menginjakkan kaki kembali di Masjid Haram. Banyaknya pintu membuat saya dan rombongan bingung. Setelah bertanya ke petugas keamanan Masjidil Haram, kami menuju pintu 78 untuk memasuki mathaf (tempat thawaf) atau pelataran utama Ka’bah. 

Menyaksikan Ka’bah untuk kedua kalinya dalam hidup, saya kembali merasakan ketundukan dan kepasrahan. Tak terasa air mata menetes oleh keharuan dan rasa syukur. Di hadapan Ka’bah yang agung tiadalah boleh ada sekecil dzarrah pun perasaan lebih baik dari orang lain, atau bahkan kesombongan dalam diri kita. Begitu kecilnya diri kita. Sangat kecil.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu